Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lifting Minyak Perdana Lapangan Forel, Kepri, Capai 10 Ribu Barel per Hari

📅 Senin, 16 Jun 2025, 13:42 WIB | Oleh:
Lifting Minyak Perdana Lapangan Forel, Kepri, Capai 10 Ribu Barel per Hari Doc: antara foto
Ket. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mengumumkan pencapaian lifting minyak perdana dari lapangan minyak dan gas bumi (migas) Forel di South Natuna Sea Block B, Kepulauan Riau mencapai 10 ribu barel minyak per hari (BOPD).

"Keberhasilan lifting minyak perdana ini mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah, SKK Migas, dan tim MedcoEnergi," ujar Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi Ronald Gunawan, dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Senin (16/6).

Hasil lifting sebesar 10 ribu BOPD tersebut ditampung di Floating Production, Storage, and Offloading (FPSO) Marlin Natuna sebelum dikapalkan.

Sebagai bagian dari komitmen MedcoEnergi terhadap K3LL dan keunggulan operasional, kata dia, proyek Forel dilaksanakan dengan standar HSE yang ketat.

Lapangan Forel diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (16/5).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa lapangan minyak Forel dan Terubuk di wilayah Kepulauan Riau menambah produksi minyak sebesar 20 ribu barel per hari (bph).

“Selain 20 ribu barel minyak per hari, ada juga potensi produksi gas sebesar 60 MMSCFD dari blok ini,” ucap Bahlil dalam Peresmian Produksi Perdana Lapangan Minyak Forel dan Terubuk.

Oleh karena itu, tutur Bahlil, apabila produksi gas bisa berlangsung paling cepat pada 2026, maka Indonesia bisa surplus gas, dan pemerintah bisa mengarahkan fokusnya pada pencapaian target lifting minyak sebesar 1 juta barel per hari, yang ditargetkan terwujud pada 2029–2030.

Selain potensi produksi minyak sebesar 20 ribu BPH dan gas sebesar 60 MMSCFD, Bahlil juga menyoroti potensi produksi minyak hingga 7 ribu BPH yang berasal dari wilayah di sekitar blok tersebut.

Akan tetapi, potensi tersebut tidak termanfaatkan dengan maksimal, sebab pemegang izin sudah lama tidak beroperasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.