Ekraf On Stage: Jakarta Jadi Catwalk Kreativitas Anak Bangsa
Minggu, 15 Jun 2025, 23:55 WIBJAKARTA â Sektor ekonomi kreatif dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan bagi Jakarta. Ekonomi kreatif membuka peluang kerja baru bagi masyarakat, terutama generasi muda, serta mengurangi angka pengangguran.
Industri kreatif mendorong munculnya inovasi dan kreativitas, yang pada akhirnya meningkatkan daya saing produk dan jasa lokal di pasar. Ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal dapat melestarikan warisan budaya dan tradisi, sekaligus menjadikannya daya tarik wisata dan produk kreatif.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif menyebut kota Jakarta merupakan "kanvas" tempat berkreasi bagi pejuang ekraf, karena banyak gedung kesenian untuk mengadakan pertunjukan yang bisa digunakan.
âBagi pejuang ekraf, Jakarta adalah sebuah 'kanvas' untuk berkreasi. Contohnya, saat kita ingin mengadakan seni pertunjukan tentu Taman Ismail Marzuki atau banyak gedung kesenian lain di Jakarta yang keren bisa digunakan,â kata Irene Umar, dalam keterangan pers yang diterima, Minggu (15/6).
Saat menjadi pembicara di acara "Jakarta Future Festival", yang digagas bersama Bappeda DKI Jakarta, Kementerian Ekraf, Karsa City Lab, Urun Daya Kota, dan Plus Jakarta, ia menyebut Jakarta merupakan kota kosmopolitan karena menjadi pusat pertemuan budaya, etnis, dan ekonomi beragam yang hidup selama 24 jam.
Meskipun secara resmi Jakarta akan berusia 498 tahun, tetapi Wamenekraf selalu merasa Jakarta masih berusia 22 tahun, kota yang masih muda, tapi bisa memunculkan banyak ide eksplorasi bagi dunia.
âJakarta tak perlu takut untuk bereksperimen atau berinovasi. Jakarta bisa sebagai cosmopolitan city yang aktivitasnya dari pagi sampai malam hari selalu dihiasi dengan kreasi dan kreativitas,â imbuh Irene.
Tahun ini, Jakarta Future Festival mengangkat tema Collaborate to Elevate, sebagai bentuk untuk melangkah kolaborasi bersama demi menciptakan Jakarta naik kelas atau terelevasi. Sesi pertama Future Talk, memulai diskusi pengembangan kota Jakarta yang inklusif, kreatif, dan progresif.
Melalui acara ini, pejuang ekraf akan menghadirkan ide besar, gagasan segar, dan pertunjukan menggelegar dengan kehadiran para tokoh, kreator, dan pemimpin perubahan.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Provinsi Jakarta, Atika Nur Rahmania, menambahkan, Jakarta harus membangun kreativitas menuju kota global yang inklusif dan berkelanjutan.
Kolaborasi Kemenekraf dengan Pemerintah Provinsi Jakarta melalui Jakarta Future Festival diharapkan bisa diimplementasikan dan memberi dampak nyata lebih luas pada masyarakat.
âHubungan Jakarta dengan warganya ternyata tak sepenuhnya transaksional, justru didorong oleh cinta. Kami ingin membangun kota dari organic relationship sebagai dasar atau fondasi menuju kota global,â ungkap Atika.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, Veronica Tan, menyampaikan bahwa untuk membangun kota Jakarta sebagai rumah dengan kultur beragam, harus dimulai dengan mencintai dan menghargai sesama manusia untuk membangun kota yang berkelanjutan untuk generasi penerus.
Salah satu pembicara yang hadir dalam sesi tersebut, Founder & CEO Think Policy Andhyta F. Utami menyampaikan kecintaan terhadap kota Jakarta harus diwujudkan dengan komitmen dan kebersamaan.
âBila masa depan Jakarta itu adil, inklusif, dan hidup, maka kita harus bisa memanfaatkan infrastruktur, tata letak kota, serta ruang-ruang publik seperti perpustakaan maupun taman yang lebih accessible, plus kolaborasi atau co-creation dengan banyak komunitas yang berkembang di Jakarta,â ucap Andhyta.
Jakarta Future Festival (JFF) berlangsung selama 3 hari pada 13-15 Juni 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM), sebagai pusat kegiatan industri kreatif di Jakarta.
Festival ini ingin menyosialisasikan potret rencana pembangunan Jakarta menuju Top 20 Kota Global pada 2045. Lebih dari 300 kolaborator, 203 narasumber, dan 11 pembicara internasional akan membahas 50 topik diskusi dan 40 aktivasi komunitas sebagai rangkaian menuju perayaan 500 tahun Jakarta.
- ekraf
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Antisipasi Nataru, Pertamina Tambah Pasokan BBM dan LPG di Sumatra Utara
-
Lewat Museum SBY*ANI, SBY Dorong Generasi Strategis Pelajari Transformasi Ekonomi Indonesia
-
IPB: Pengelolaan Berkelanjutan Minimalkan Risiko di Perkebunan Sawit
-
Pasar Seni Bermain 2025: Kolaborasi Ashley Hotel dan EKRAF Gaungkan Revolusi Game Lokal di PlayStation 5
-
Resmikan Gereja HKI Tanjung Priok, Gubernur Pramono Tegas Soal Rumah Ibadah: "Kalau Syarat Lengkap, Tidak Boleh Ada yang Dipersulit!"
-
Kemensos: Rp500 Triliun Dana Subsidi dan Bansos Belum Sepenuhnya Tepat Sasaran
-
Pengunjung IKN Capai 62.500 Orang pada H+2 Idul Fitri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.