UMKM Butuh Data, Bukan Cuma Dana!

Sabtu, 14 Jun 2025, 23:00 WIB

SEMARANG - Data sangat penting untuk pengembangan usaha UMKM. Data membantu UMKM memahami pelanggan, pasar, dan operasional bisnis mereka, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih tepat dan efektif. 

Dengan memanfaatkan data, UMKM dapat meningkatkan penjualan, efisiensi operasional, dan daya saing mereka. 

Ket. Foto: Ilustrasi - UMKM kuliner bermerk Ben Tjok Pulo turut meramaikan bazar di Rawajati, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Sabtu (14/6). — Sumber: Koran Jakarta/ M Ismail

Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Samuel Wattimena mengingatkan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk selalu berpegang pada data demi kepentingan pengembangan usahanya.

"Dari zaman saya staf khusus Menteri Koperasi UMKM, kalau ketemu UMKM di berbagai daerah selalu problem utama adalah pemasaran," katanya, saat pembinaan UMKM gereja di Gereja Baptis Indonesia, Tlogosari, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/6).

Pada kesempatan itu, ia juga menjaring keluhan dan permasalahan pada pelaku UMKM yang hadir, yang juga didominasi pemasaran sebagai problem.

"Tapi seperti tadi kita dengarkan, bicara pemasaran secara dasar saja, data mereka tidak pegang. Populasi di suatu area mereka tidak punya datanya. Kapasitas produksi mereka apakah bisa memenuhi populasi tersebut? Sama sekali belum," katanya.

Menurut dia, keinginan untuk mengembangkan bisnis harus berdasarkan data sehingga para pelaku UMKM harus benar-benar mengetahui dan menguasai data.

"Keinginan punya pasar, keinginan mengembangkan pasar itu ada, tapi mereka tidak pegang data. Saya tahu enggak sih kondisi masyarakatnya? Saya tahu enggak sih kemampuan beli? Saya tahu enggak sejumlah masyarakat yang saya harus suplai? Gitu ya," katanya.

Selain itu, Samuel juga menyoroti sejumlah kelemahan yang masih dimiliki pelaku UMKM, antara lain keunikan, keunggulan, dan "quality control".

Ia mengatakan bahwa produk yang dijual harus memiliki keunikan untuk menarik minat pasar, dan harus disertai dengan keterangan atas produk secara jelas dan lugas.

"Tadi banyak yang bilang, 'Produk saya ini bagus sekali', 'Produk saya ini sehat'. Di mana kita tahunya produk itu sehat dan bagus? Enggak ada. Tidak ada data, tidak ada (keterangan) yang menampilkan bahwa masakan saya ini kadar gizinya seperti ini. Nah, kelebihan-kelebihan ini umumnya tidak mereka sampaikan," katanya.

Kemudian, kata legislator asal Dapil Jawa Tengah 1 itu, pentingnya "quality control" untuk menjamin produk yang dijual berkualitas baik dan tidak mengecewakan konsumen.

Sementara itu, pemilik usaha Gemma Kitchen Triana Andaryati mengaku mendapatkan banyak masukan dari kegiatan tersebut agar produknya semakin berkualitas dan diterima pasar lebih luas.

Ia menjual produk bernama "Semprong Bekatul" yang terbuat dari bahan bekatul atau yang biasa diketahui masyarakat sebagai pakan ayam.

"Saya belum menulis di label bahwa ini (bekatul, red.) dihasilkan dari selepan ketiga dari padi yang lebih halus. Jadi, bukan seperti dedak atau bekatul pakan ayam," katanya.

Ke depan, perempuan yang telah memulai usahanya sejak 2022 itu akan memperkaya literasi dalam label atau kemasan sehingga masyarakat lebih paham dan tertarik membelinya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.