Bappenas dan Vietnam Kerja Sama di Berbagai Bidang Strategis, dari Teknologi Hijau hingga Inovasi AI
Jumat, 13 Jun 2025, 11:25 WIBJAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) berkolaborasi dengan FPT Corporation Vietnam dalam berbagai bidang strategis.
Hal ini disepakati dalam agenda penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kolaborasi dalam Transformasi Digital Nasional, Pengembangan Talenta, Inovasi Artificial Intelligence, Teknologi Hijau, Kota Cerdas, dan Strategi Ekonomi Digital di Indonesia.
"Penandatanganan MoU ini menandai awal kemitraan jangka panjang sebagai langkah strategis untuk mempercepat transformasi digital Indonesia dan mendukung Visi Indonesia Emas 2045," ucap Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
MoU Kementerian PPN/Bappenas dengan FPT Corporation Vietnam ini disebut bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis menuju kemitraan yang solid antara Pemerintah Indonesia dan Vietnam.
Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, lanjutnya, Indonesia harus memanfaatkan teknologi, memperkuat basis industri, dan berinvestasi pada talenta digital generasi masa depan.
Kolaborasi ini berlaku selama lima tahun ke depan yang mencakup berbagai bidang strategis, seperti perencanaan transformasi digital nasional dan sektoral, implementasi e-government, smart planning, dan sistem e-monitoring.
Fokus utama kerja sama adalah pengembangan sumber daya manusia melalui program upskilling dan reskilling di bidang artificial intelligence, keamanan siber, rekayasa perangkat lunak, dan sains data.
Kedua negara tersebut juga akan mengembangkan proyek percontohan untuk pertanian cerdas, teknologi hijau, dan kota berkelanjutan, serta mendorong kolaborasi akademik antara institusi di Indonesia dan Vietnam.
Kementerian PPN/Bappenas berharap kerja sama ini semakin memperkuat fondasi bagi Indonesia dan Vietnam untuk menjadi kekuatan digital utama di Asia Tenggara.
"Melalui kolaborasi ini, kita tidak hanya memperkuat kemampuan teknologi nasional, tetapi juga menciptakan masa depan bersama yang inklusif, berkelanjutan, dan penuh inovasi, untuk Indonesia dan Vietnam," kata Rachmat.
CEO FPT Corporation Vietnam Nguyen Van Khoa merasa sangat terhormat dapat bermitra dengan pemerintah Indonesia.
"Kami hadir untuk menciptakan masa depan di mana inovasi digital memberdayakan masyarakat, memperkuat ekonomi, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Bersama Kementerian PPN/Bappenas, kami akan membangun ekosistem digital yang tangguh yang tidak hanya mendukung visi nasional Indonesia, tetapi juga berkontribusi pada kawasan Asia Tenggara dan Asia-Pasifik yang lebih terhubung dan maju secara digital," ujar Nguyen.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok, Tim Gabungan Lakukan Evakuasi
-
Waspada! CS Palsu Orderkuota Muncul di Google dan AI Overview, Pengguna Diminta Jangan Berikan OTP
-
Tiga Desainer Tampilkan Quiet Defiance di JF3 Fashion Festival 2026
-
Menlu Sugiono dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani akan Hadiri Pemakaman Ayatulah Ali Khamenei
-
Ketua Harian Dekranas: Perlindungan Anak di Era Digital Tak Cukup Hanya Andalkan Orang Tua
-
Gol Injury Time Gabriel Martinelli Antar Brasil Singkirkan Jepang dan Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Ketidakpastian Membuat Dunia Usaha Sulit Lakukan Ekspansi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.