Pelindo Dukung Perluasan Akses Digital di Sekolah Kawasan Pesisir

Selasa, 10 Jun 2025, 23:22 WIB

JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendukung upaya perluasan akses digital di sekolah untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan digital sekaligus mendukung program pengentasan kemiskinan ekstrem melalui digitalisasi pendidikan.

Berkolaborasi dengan Indosat, Pelindo memfasilitasi ketersediaan akses teknologi informasi di tujuh sekolah yang berada di kawasan pelabuhan dan pesisir.

Ket. Foto: Pelindo mendukung perluasan akses digital di sekolah Banyuwangi, Jawa Timur. — Sumber: ANTARA

"Sebanyak tujuh sekolah di Jakarta dan Banyuwangi, Jawa Timur, menerima bantuan berupa 10 unit komputer dan satu smart board per sekolah. Selain perangkat pembelajaran, sekolah-sekolah tersebut juga difasilitasi jaringan internet agar seluruh perangkat dapat langsung dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar," kata Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo Ali Sodikin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (10/6).

Ia menjelaskan upaya itu merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pelindo, yang salah satu fokusnya adalah bidang pendidikan.

Sementara itu, Department Head TJSL Pelindo, Febrianto Zenny, mengatakan melalui dukungan tersebut Pelindo mendorong kesiapan sekolah dalam menghadapi pembelajaran di era digital.

"Kami ingin siswa di sekitar pelabuhan memiliki kesempatan belajar yang setara, termasuk dalam hal pemanfaatan teknologi," ujarnya.

Berdasarkan data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek tahun 2023, sekitar 13 persen sekolah di Indonesia belum memiliki akses internet yang memadai. Kondisi itu banyak dijumpai di wilayah pesisir dan terluar, termasuk sejumlah area kerja Pelindo.

Sebagai operator pelabuhan di Indonesia, Pelindo tidak hanya berperan dalam pengelolaan infrastruktur logistik nasional, tetapi juga mengambil peran dalam mendukung pemerataan pembangunan sosial.

"Kami memandang pendidikan sebagai fondasi. Dengan akses digital yang layak, sekolah-sekolah di wilayah pengentasan kemiskinan ekstrem memiliki peluang lebih besar untuk berkembang," ucap Febrianto.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.