Belanda Investasikan US$300 Juta untuk Program Pembangunan Indonesia
Selasa, 10 Jun 2025, 17:45 WIBJAKARTA - Pemerintah Belanda melalui lembaga investasi Invest International telah menyiapkan dana sebesar US$300 juta (sekitar Rp4,9 triliun) untuk mendukung berbagai program pembangunan di Indonesia. Investasi ini akan difokuskan pada dua bidang utama, yaitu program makanan bergizi gratis yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia dan penyediaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat.Â
Menurut Anindya Bakrie, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), investasi ini bukan hanya sekadar wacana, melainkan langkah konkret yang diambil oleh pemerintah Belanda untuk berpartisipasi dalam proyek jangka panjang di Indonesia.
Anindya menjelaskan bahwa keterlibatan Belanda dalam proyek pembangunan Indonesia ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang mereka untuk menjalin kemitraan strategis.
"Investasi ini bukan sekadar wacana, tetapi langkah konkret pemerintah Belanda untuk terlibat dalam proyek jangka panjang di Indonesia," ujarnya setelah menerima kunjungan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, di Jakarta.Â
Menurut Anindya, Belanda tidak hanya ingin berdagang dengan Indonesia, tetapi juga berinvestasi dalam proyek-proyek yang akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.
Sementara itu, Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, menyatakan bahwa kemitraan antara pemerintah Belanda dan Kadin Indonesia memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan pembangunan di Indonesia dengan kemampuan sektor swasta Belanda. Gerritsen menambahkan, pihaknya ingin mendukung berbagai proyek pembangunan berkelanjutan di Indonesia yang dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
"Kami ingin mendukung proyek pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Gerritsen.
Gerritsen juga menginformasikan bahwa sebanyak 120 perusahaan Belanda dijadwalkan akan mengunjungi Indonesia pada 16 Juni mendatang dalam rangka misi perdagangan dan investasi. Misi ini akan dilaksanakan di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Medan, Semarang, dan Makassar. Fokus utama dari misi perdagangan ini adalah tiga sektor strategis, yaitu ketahanan pangan, maritim, dan pengelolaan air.
Dengan sektor-sektor tersebut, Belanda berharap dapat berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Belanda sendiri tercatat sebagai investor terbesar dari Uni Eropa di Indonesia, dengan kontribusi sekitar 46 persen dari total investasi Eropa di Indonesia. Investasi ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara kedua negara, terutama dalam hal perdagangan dan kerja sama investasi. Selain sektor pembangunan infrastruktur, sektor ketenagakerjaan, khususnya yang melibatkan pelaut dan tenaga kesehatan, juga menjadi fokus kerja sama antara Indonesia dan Belanda dalam putaran investasi kali ini.
Melalui kerja sama ini, diharapkan dapat tercipta peluang kerja yang lebih luas serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Indonesia.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Dua Gol Dembele Bawa PSG Menang Jelang Laga Krusial Lawan Liverpool
-
Keracunan Makan Bergizi Gratis di Jaktim: SPPG Ditutup Sementara, Tracing Medis Dimulai
-
Danrem 152/Baabullah Resmi Tutup TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai
-
Uniqlo Hadirkan Koleksi Spring/Summer 2026 dengan Siluet Bold untuk Gaya Urban
-
Pusdal LH-SUMA Dorong Percepatan Pengelolaan Sampah di Makassar
-
Sempat Dilanda Banjir, Kini Trans Touna Sudah Dapat Dilalui
-
Perum Bulog Tarik Stok Beras dari Bandara dan Pelabuhan, Distribusi Pangan Pascabanjir Sumatera Kembali Normal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.