Nduga Jadi Prioritas? Kunjungan Menkeu Picu Spekulasi Arah Baru Pembangunan
Senin, 09 Jun 2025, 22:55 WIBJAYAPURA â Pemerintah pusat memiliki peran penting dalam menyelesaikan konflik, baik melalui negosiasi, mediasi, atau penegakan hukum. Setelah konflik selesai, pemerintah pusat bertanggung jawab untuk membantu daerah yang terdampak dalam pemulihan, baik fisik maupun sosial.
Komitmen pemerintah pusat diperlukan untuk memastikan pembangunan yang merata di seluruh daerah, termasuk daerah konflik, agar tidak terjadi kesenjangan yang lebih besar. Pemerintah pusat dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah konflik, seperti penanganan sengketa tanah, peningkatan tata kelola pemerintahan, dan penguatan partisipasi publik.
Kunjungan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan dinilai merupakan salah satu upaya pemerintah mempercepat pembangunan di wilayah tersebut.
Pengamat Ekonomi Universitas Yapis, Entis Sutisna di Jayapura, Senin (9/6), mengatakan kunjungan Menkeu ke Kabupaten Nduga merupakan hal yang sangat positif, apalagi seperti diketahui bahwa daerah tersebut merupakan daerah rawan.
"Kami melihat bahwa kunjungan tersebut menunjukkan adanya komitmen daripada pemerintah pusat terhadap pembangunan di daerah konflik di mana ini menunjukkan bahwa aspek keamanan pun dis ana dapat terjamin," katanya.
Menurut Entris, kehadiran tersebut bisa sebagai bentuk dukungan percepatan pembangunan.
"Apalagi kehadiran dua menteri sekaligus seperti membawa pesan kuat di mana ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk memahami kebutuhan riil medan konflik tersebut," ujarnya.
Dia mengingatkan bahwa hal penting penganggaran dari sisi pertahanan dan juga kemungkinan-kemungkinan operasional negara yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung pembangunan di wilayah konflik khususnya Kabupaten Nduga.
"Untuk itu kunjungan dua menteri bukan hanya bersifat seremonial belakang, tetapi ini merupakan sebuah komitmen dari pada pemerintah pusat untuk mengatasi permasalahan-permasalahan kompleks melalui pendekatan yang holistik," katanya lagi.
Diinformasikan sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengunjungi Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, sambil menggunakan rompi anti peluru guna meninjau kondisi para prajurit TNI di garda terdepan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang mengatakan bahwa kunjungan itu bertujuan untuk meyakinkan negara agar menyelaraskan pertahanan negara dan keuangan negara untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas nasional.
"Agar Kemenkeu (Kementerian Keuangan) juga tahu kendala-kendala yang dihadapi dalam penugasan prajurit TNI di garda terdepan di Papua, yang masih rawan konflik," kata Frega saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu (7/6).
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
HyunA Pastikan Kondisinya Baik Setelah Pingsan di Atas Panggung Waterbomb Makau
-
960 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Utama Magnitudo 7,6 di Ternate
-
Rizky Ridho Akui Kesalahan Fatal Lawan Irak: “Kalau Saya Tak Salah, Tak Akan Ada Gol Itu”
-
Bandung Zoo Disegel Pemkot Usai Izin Lembaga Konservasi Dicabut Kemenhut
-
Sejarah Baru, Prabowo Turunkan Harga Pupuk Subsidi, PI Dukung Penuh Keputusan Presiden
-
PN Batam Sebut Vonis Perkara ABK Bawa Sabu 2 Ton Ditargetkan Pekan Depan
-
Syahbandar Antisipasi Pemudik tak Kebagian Tiket di Pelabuhan Sampit
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.