Negara Eks Soviet Ini Diam-diam Bongkar Patung Lenin Tertinggi di Asia Tengah

Minggu, 08 Jun 2025, 10:08 WIB

KIRGISTAN - Sekutu Russia, Kirgistan, pada hari Sabtu (7/6) diam-diam membongkar monumen tertinggi di Asia Tengah, patung Vladimir Lenin, pendiri revolusioner Uni Soviet.

Negara-negara bekas Soviet di seluruh wilayah berupaya memperkuat identitas nasional mereka, mengganti nama kota-kota yang memiliki nama yang terdengar seperti Russia dan mengganti patung-patung tokoh Soviet dengan pahlawan lokal dan nasional.

Ket. Foto: Patung Lenin di Koata Osh, Kirgizstan. — Sumber: Moscow Times

Russia, yang memiliki pangkalan militer di Kirgistan, berupaya keras mempertahankan pengaruhnya di sana dalam menghadapi persaingan dari Tiongkok dan Barat dan di tengah invasinya ke Ukraina.

Pejabat di kota Osh -- tempat monumen setinggi 23 meter berdiri di alun-alun pusat -- memperingatkan agar tidak "mempolitisasi" keputusan untuk "memindahkannya".

Osh adalah kota terbesar kedua di negara pegunungan yang terkurung daratan itu.

Pejabat Osh mengatakan, patung itu diturunkan secara diam-diam pada malam hari dan akan "direlokasi".

Keputusan tersebut "tidak boleh dipolitisasi," kata balai kota, sambil menunjuk beberapa contoh lain di Russia "di mana monumen Lenin juga telah dibongkar atau dipindahkan."

"Ini adalah praktik umum yang ditujukan untuk meningkatkan penampilan arsitektur dan estetika kota," katanya dalam sebuah pernyataan.

Meski ada beberapa upaya untuk mende-Sovietisasi wilayah tersebut, tugu peringatan dan patung tokoh Soviet banyak ditemukan di seluruh wilayah tersebut, monumen Lenin banyak ditemukan di sebagian besar kota di Kirgistan.

Kirgistan dianeksasi dan dimasukkan ke dalam Kekaisaran Russia pada abad ke-19 dan kemudian menjadi bagian dari Uni Soviet setelah revolusi Bolshevik 1917.

Negara ini memperoleh kemerdekaannya setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.