Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Kekeringan, Petani di Lebak Andalkan Pompa Air

25 Minggu, 08 Jun 2025, 18:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadapi Kekeringan, Petani di Lebak Andalkan Pompa Air Hadapi Kekeringan, Petani di Lebak Andalkan Pompa Air Doc: Antara Foto
Ket. Petani di Lebak mengandalkan pompa air untuk mengatasi kekeringan parah akibat musim kemarau. Upaya ini dilakukan demi menjaga hasil pertanian tetap stabil.

Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten menggunakan pompa air untuk mengairi areal pertanaman padi karena mulai terancam kekeringan.

"Kita terpaksa memakai pompa air karena areal persawahan mulai terancam kekeringan," kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukabungah Kabupaten Lebak Ruhiana di Lebak, Minggu.

Penggunaan pompa air tersebut dengan menyedot air bawah tanah dan bisa mengalirkan pasokan air seluas 50 hektare.

Oleh karena itu, pompa air bantuan Dinas Pertanian setempat digunakan untuk memenuhi ketersediaan air agar padi tanaman padi rata-rata hari setelah tanam (HST) dua pekan dapat tumbuh subur.

"Bila tanaman padi itu tumbuh subur dengan adanya pasokan air pompa dipastikan bisa panen awal Agustus mendatang," katanya.

Begitu pula petani lainnya di Rangkasbitung Kabupaten Lebak Misbah (55) mengatakan pihaknya kini menggunakan pompa air dengan menyedot air irigasi yang kondisi debit airnya mulai berkurang akibat memasuki musim kemarau.

Diperkirakan seluas 50 hektare persawahan di sini yang rata-rata usia tanam 30-40 HST terancam kekeringan.

Kami bersyukur tanaman padi yang terancam kekeringan masih bisa diselamatkan dengan pompa air itu," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan pemerintah daerah sudah menyiapkan pompa air dan pompa irigasi untuk memenuhi ketersediaan pasokan air ketika musim kemarau.

Dimana berdasarkan BMKG musim kemarau terjadi bulan Juni sampai Agustus 2025.

Kami minta kelompok tani jika areal persawahannya itu terancam kekeringan segera melaporkan kepada petugas penyuluh lapang (PPL) untuk mendapatkan pompa air sehingga bisa menyedot air bawah tanah maupun saluran irigasi atau aliran sungai," katanya.

Menurut dia, pihaknya saat ini belum menerima laporan adanya areal persawahan yang mengalami kekeringan.

Mereka petani masih bisa menangani untuk ketersediaan pasokan air agar tanaman padi tumbuh subur.

"Kami berharap percepatan tanam padi pada Mei 2025 lalu seluas 30 ribu hektare bisa dipanen pada Agustus mendatang," kata Deni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.