IEU-CEPA Masuki Tahap Lanjutan, Menko Perekonomian Laporkan Progresnya
Sabtu, 07 Jun 2025, 21:10 WIBJakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan perkembangan terbaru perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
âKami ada pertemuan bilateral dengan EU (European Union) Commissioner for Trade and Economic Security, MaroÅ¡ Å ef?ovi?, dengan agenda utama finalisasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement. Status adalah teks perundingan telah selesai dan sejumlah isu teknis yang kemarin mampu diselesaikan dalam putaran terakhir di tingkat chief negotiation,â ujarnya dalam konferensi pers daring di Jakarta, Sabtu (7/6).
Pertemuan ini disebut merupakan komitmen kuat agar perundingan dengan negara-negara mitra strategis dan potensial bisa diselesaikan dengan tujuan membuka pasar peningkatan perdagangan maupun investasi yang saling menguntungkan, serta mengurangi trade barrier dalam bentuk tarif maupun non-tariff barrier.
Indonesia dan Uni Eropa (UE) dinyatakan sepakat menggunakan momentum situasi yang saat ini penuh ketidakpastian dan tidak bisa diprediksi untuk sama-sama memperkuat rantai pasok pasar dunia, sehingga percepatan penyelesaian dari perundingan IEU-CEPA menjadi sangat penting. Dalam hal ini, komoditas utama Indonesia dengan UE bersifat saling melengkapi ataupun komplementer, tak bersaing secara langsung.
Airlangga menilai populasi UE yang sebanyak 450 juta jiwa dengan Produk Domestik Bruto (PDB) 19,5 triliun dolar Amerika Serikat (AS) dan jumlah warga di Indonesia sebanyak 282 juta jiwa dengan PDB 1,4 triliun dolar AS merupakan potensi pasar yang sangat besar.
Hubungan ekonomi Indonesia dan UE terus menunjukkan tren positif dengan nilai perdagangan mencapai 30,1 miliar dolar AS pada tahun 2024. UE merupakan mitra dagang terbesar kelima bagi Indonesia, sementara Indonesia menempati posisi sebagai mitra dagang ke-33 bagi Uni Eropa.
Neraca perdagangan antara kedua pihak tetap surplus bagi Indonesia, dengan peningkatan signifikan dari 2,5 miliar dolar AS pada 2023 menjadi 4,5 miliar dolar AS pada 2024.
âKomisioner MaroÅ¡ dan saya telah melakukan review akhir atas perkembangan perundingan dan sepakat atas langkah strategis untuk menyelesaikan beberapa isu teknis ataupun pending issues,â kata dia.
Airlangga juga mengungkapkan bahwa hasil perundingan yang telah memakan waktu 9 tahun dan 19 putaran, belum termasuk perundingan chief negotiation per pekan secara intens, akan diumumkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Maroš kepada Presiden EU Ursula von der Leyen .
Setelah perundingan berlaku ini dalam 1-2 tahun ke depan, lanjutnya, hampir 80 persen barang yang diekspor dari Indonesia itu memiliki tarif bea masuknya 0 persen.
Pada pertemuan tersebut, Maroš dikatakan mengapresiasi atas komitmen kuat dari Indonesia untuk menyelesaikan perundingan UE yang juga telah sepakat di berbagai sektor utama. Mulai dari energi terbarukan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik, produk yang dihasilkan oleh padat karya seperti alas kaki pakaian, minyak sawit, hingga produk-produk perikanan.
UE memfokuskan pada beberapa isu, termasuk pembahasan mendalam mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sektor otomotif, mineral kritis, serta fasilitas-fasilitas yang dapat diperoleh pada saat melakukan investasi
âKomisioner Maros tentu memberikan beberapa catatan yang sudah dijadikan kesepakatan bersama dan secara prinsip kesepakatan ini sudah menjadi hal yang kedua belah pihak telah menyetujui,â ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Airlangga turut mengapresiasi atas kesepakatan perdagangan dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Kesepakatan ini dianggap bernilai tinggi karena memberikan keuntungan bagi pelaku usaha di Indonesia maupun Eropa, hingga mengurangi risiko terhadap standar-standar yang diberlakukan ke depan.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia meminta agar fasilitas untuk ekspor produk perikanan tak dibedakan dengan negara-negara Asia Tenggara lain seperti Thailand atau Filipina. Pihak Eropa pun sudah sepakat bahwa produksi perikanan ataupun ekspor perikanan Indonesia akan dibedakan level playing field dengan negara-negara sekitar Tanah Air.
âTerkait dengan kebijakan (mengenai) deforestasi, Komisioner Maros menjanjikan akan memberikan perlakuan khusus kepada Indonesia dan tentunya ini sangat berpengaruh terhadap ekspor dalam Indonesia, yaitu terutamanya produk-produk yang berasal dari hasil hutan,â ucap dia.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.