Timwas Haji DPR Beri Tenggat Waktu ke Kemenag untuk Susun Skenario Puncak Haji

Rabu, 04 Jun 2025, 03:03 WIB

Kemenag diharapkan segera menyusun skenario darurat untuk mengantisipasi potensi gangguan jemaah saat puncak ibadah haji.

JAKARTA - Anggota Tim Pengawas Haji (Timwas) DPR RI Marwan Dasopang memberi tenggat waktu kepada Kementerian Agama (Kemenag) untuk segera menyusun skenario darurat guna mengantisipasi potensi kepadatan dan gangguan pergerakan jemaah saat puncak ibadah haji.

Ket. Foto: Anggota Tim Pengawas Haji (Timwas) DPR RI Marwan Dasopang. — Sumber: Antara

Berdasarkan rapat koordinasi yang digelar di Mekkah, Arab Saudi, dia mengaku belum mendengar rencana penanganan darurat jika pergerakan jemaah dari hotel tidak sesuai skenario, misalnya jika terjadi larangan berangkat atau gangguan dari pihak keamanan.

“Kami ingin segera dibuatkan langkah kedaruratan, dan kami tunggu dalam dua hari ini,” kata Marwan dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa (3/6).

Ia juga mengingatkan bahwa ada potensi permasalahan dalam pelaksanaan skema murur dan tanazul, yang diterapkan untuk mengurai kepadatan jemaah. Jika skenario tersebut tidak berjalan sesuai rencana seperti terjadinya kemacetan atau larangan dari otoritas setempat, menurut dia, diperlukan langkah antisipatif yang jelas.

“Kami mendukung langkah murur dan tanazul, tapi jika perjalanan tidak terlaksana seperti skenario, misalnya macet atau jemaah tidak diperbolehkan melontar jamrah, maka harus ada langkah darurat yang disiapkan,” kata Ketua Komisi VIII DPR RI itu.

Menurut dia, komunikasi yang efektif dengan otoritas Saudi untuk memastikan kelancaran pelaksanaan skema tersebut merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

Ia juga mengusulkan penempatan satelit kesehatan di beberapa titik untuk memberikan layanan medis yang cepat dan tepat bagi jemaah.

Pasalnya, dia tidak yakin dalam dua hari ini pihak Indonesia bisa meyakinkan Arab Saudi bahwa ada di dalam pengaturan yang ketat ini perlu ada kemudahan sepanjang tak merugikan orang lain. “Maka, langkah-langkah kedaruratan harus segera disiapkan,” kata dia.

Kesiapan Fisik

Terpisah, Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta jemaah calon haji untuk menghindari aktivitas tak esensial ketika berada di Mina dan harus mengelola kesiapan fisik serta tenaga demi bisa menyelesaikan seluruh rangkaian lontar jumrah.

“Kalau wukuf di Arafah itu ibarat transit, maka di Mina inilah puncaknya. Kalau kita tidak menghemat energi, bisa bermasalah nanti saat puncak pelaksanaan (lempar jumrah),” ujar Menag di Makkah, Senin.

Pernyataan Menag tersebut disampaikan saat meninjau langsung kesiapan tenda-tenda serta fasilitas di kawasan Mina jelang puncak haji 1446 Hijriah/2025 Masehi.

Menag mengimbau jemaah untuk menghindari paparan sinar matahari secara langsung, terutama pada siang hari. Jemaah disarankan menggunakan payung, membasahi kepala dengan air, serta memanfaatkan waktu sore atau malam hari untuk aktivitas di luar tenda.

“Jangan berkumpul di bawah panas yang sangat terik. Gunakan waktu dengan bijak agar tetap sehat sampai akhir ibadah,” ujarnya.

Menag juga mengingatkan agar jemaah memprioritaskan ibadah wajib dan tidak menguras tenaga untuk aktivitas yang tidak esensial. “Kami imbau jemaah jangan terlalu banyak keliling, jalan-jalan ke mana-mana. Fokuslah untuk menyimpan energi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sebagian tenda jemaah Indonesia berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi lontar jumrah, sementara sebagian lainnya mencapai hingga tujuh kilometer satu arah. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.