UMKM Bukan Kaleng-Kaleng, Ekspor Tembus Rp1 Triliun!

Selasa, 03 Jun 2025, 22:47 WIB

SURABAYA - Ekspor oleh UMKM sangat penting karena dapat meningkatkan daya saing bisnis, memperluas pasar, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. 

UMKM juga dapat meningkatkan devisa negara dan mengenalkan produk lokal ke kancah internasional. 

Ket. Foto: Ilustrasi - UMKM. — Sumber: Istimewa.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkap nilai ekspor berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sepanjang Januari hingga Mei 2025 senilai 68,61 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Menurut Mendag, capaian tersebut tak lepas dari ekosistem pemasaran di luar negeri yang telah diperkuat dengan menempatkan atase perdagangan pada sebanyak 33 negara.

"Selama lima bulan terakhir, sebanyak 466 pelaku UMKM memanfaatkan keberadaan atase perdagangan tersebut, dengan mengikuti program business matching secara daring yang dipertemukan dengan pembeli di luar negeri," katanya kepada wartawan, di Surabaya, Selasa (3/6).

Syaratnya, Mendag Budi menjelaskan, UMKM agar bisa bersaing di pasar global harus punya kualitas.

"Kalau produknya punya kualitas dan bisa bersaing, sebenarnya selain disenangi konsumen lokal, otomatis juga bisa membendung produk-produk impor. Kita kalau pakai produk dalam negeri sudah senang, ngapain beli yang impor," ujarnya lagi.

Mendag memastikan keberadaan atase perdagangan di 33 negara luar negeri memberi banyak kemudahan peluang ekspor bagi para pelaku UMKM di Tanah Air.

"Pelaku UMKM kita tidak perlu melakukan perjalanan ke luar negeri untuk mencari pasar karena pembeli sudah dicarikan oleh atase perdagangan," katanya pula.

Atase Perdagangan, ujar Mendag, telah memverifikasi para pembeli di luar negeri demi kelancaran proses ekspor.

Begitu pula para UMKM yang berminat untuk mengekspor produk-produknya juga telah melalui verifikasi.

"Di dalam negeri kita punya banyak penyuluh yang ngajari para pelaku UMKM melek ekspor. Biar konsentrasi UMKM tidak hanya pasar lokal tapi juga bisa ekspor," kata dia.

Di Jawa Timur, Kemendag juga telah mendirikan Export Center bagi para pelaku UMKM untuk berkonsultasi. Selain itu bekerja sama dengan Bank Jatim untuk memverifikasi perusahaan-perusahaan yang layak ekspor.

"Resource base kami bantu, seperti membuat desain yang bagus demi menghasilkan produk UMKM yang berkualitas. Setiap saat pelaku UMKM bisa datang dan tidak dipungut biaya," ujarnya.

Di Surabaya, Mendag Budi Santoso melepas ekspor produk UMKM alas kaki ke Kuwait senilai 38 ribu dolar AS.

"Ini merupakan ekspor ketiga, setelah sebelumnya sukses mengirim ke Timor Leste dan Libya yang digalang oleh CV Rumah Jeddiah dengan menggandeng sebanyak 50 pelaku UMKM di wilayah Jawa Timur," ujarnya pula.

  • UMKM

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.