UI dan Monash University Kolaborasi Riset Dampak Perubahan Iklim
Selasa, 03 Jun 2025, 17:59 WIBDEPOK -Â Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) bersama Monash University menginisiasi riset kolaborasi antarnegara guna menggali pemahaman yang lebih dalam mengenai dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat serta warga di wilayah terdampak.
Dekan FIK UI Prof Tutik Sri Hariyati di Depok, Selasa (3/6), menyatakan ilmu keperawatan tidak hanya hadir di rumah sakit, tetapi juga di tengah masyarakat.
"Melalui riset ini, kami berharap hasilnya bisa menjadi masukan yang berguna untuk penyusunan kebijakan dan peningkatan kapasitas komunitas," ujarnya.
Melalui kolaborasi lintas negara dan keterlibatan langsung masyarakat, FIK UI menunjukkan komitmen untuk menghadirkan riset yang relevan, kontekstual, dan berpihak pada kebutuhan riil di lapangan sebuah langkah kecil menuju kebijakan yang lebih inklusif dan adaptif di tengah perubahan zaman.
Riset kolaboratif ini dipimpin oleh A/Prof. Zerina Lokmic-Tomkins dari Monash University, dengan penanggung jawab di masing-masing negara Ns. Suryane Sulistiana Susanti, PhD (Indonesia), Prof. Tin Tin Su (Malaysia), Dr. Khalid Hossain (Bangladesh), dan Dr. Colette Mortreux (Fiji).
Dalam kolaborasi ini, FIK UI tidak hanya melakukan pengumpulan data, tetapi juga mengedepankan pendekatan partisipatif.
Melalui dua sesi workshop yang diselenggarakan di Jakarta dan Pekalongan, para peneliti mendengarkan langsung pandangan dan pengalaman warga serta para pemangku kepentingan setempat yang memiliki pengetahuan kontekstual atas isu yang dihadapi di komunitas mereka.
Data yang diperoleh di lapangan menunjukkan bahwa tantangan utama saat terjadi banjir adalah ketidaksiapan data kependudukan dan pengelolaan sampah. Masyarakat memerlukan informasi dan edukasi terkait penanganan kondisi ini.
Selain itu, kompleksitas masalah seperti stunting, keterbatasan air bersih, hingga tantangan lingkungan akibat genangan rob yang berulang masih menjadi masalah utama.
Beragam kasus yang ditemukan di lapangan tersebut akan berkontribusi sebagai evidence-based dalam penguatan hasil riset yang bertujuan untuk menghasilkan pemahaman yang dapat diterjemahkan ke dalam rekomendasi kebijakan yang relevan dan berdampak.
Temuan dari lapangan akan diproses secara hati-hati agar dapat memberikan kontribusi dalam menyusun strategi atau pendekatan yang lebih responsif terhadap tantangan kesehatan ibu dan anak di tengah perubahan iklim. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Tiket Kereta Final Piala Dunia Tembus 2,4 Juta Rupiah, Fans Sebut “Tidak Masuk Akal”
-
Banjir Bandang Aceh Tengah Hantam Lagi, 2 Jembatan Ambruk dan Desa Terisolasi
-
Presiden Prabowo Terbang ke Rusia, Agendakan Pertemuan Khusus dengan Vladimir Putin
-
Old Trafford Tamat? Bos Proyek MU Buka Suara Soal Kapan Stadion Baru Resmi Dibuka
-
Badan Pegal-pegal dan Otot Tak Seimbang? Ini 4 Kebiasaan yang Harus Anda Perbaiki
-
Asik, Kini Ratusan Pramuwisata Kalbar Terima Tip via QRIS GoPay Merchant
-
BI Percaya Diri, Inflasi 2026–2027 Tetap Jinak di Kisaran Target
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.