Menteri PPPA Sambut Baik Wacana Menag Tambah Amiratul Hajj
Minggu, 01 Jun 2025, 16:47 WIBJAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menyambut baik wacana Menteri Agama RI sekaligus Amirul Hajj Nasaruddin Umar menambah lebih banyak Amiratul Hajj dari kalangan ulama perempuan mengingat pentingnya kebutuhan layanan berbasis jender bagi jamaah haji Indonesia.
"Kami melihat bahwa pembimbing ibadah untuk perempuan jumlahnya masih belum maksimal. Tentu ini kabar baik, khususnya bagi calon jamaah haji perempuan sehingga pelayanan haji menjadi lebih ramah terhadap perempuan," katanya.
Pihaknya menjadi satu-satunya Amiratul Hajj atau pemimpin misi haji perempuan Indonesia untuk pelaksanaan ibadah haji 1446 H/2025, kata Arifah Fauzi dalam keterangan persnya yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu (31/5).
Dia berharap jumlah pembimbing dan petugas haji perempuan akan bertambah pada penyelenggaraan ibadah haji tahun-tahun mendatang.
Sebagai Amiratul Hajj, Menteri PPPA akan memantau secara langsung pelaksanaan layanan dan perlindungan bagi jamaah perempuan mulai dari akomodasi dan pendampingan hingga penanganan dalam situasi darurat.
Kementerian PPPA terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), dan otoritas Arab Saudi untuk memastikan seluruh aspek kebutuhan perempuan terpenuhi secara menyeluruh.
"Lebih dari 55 persen jamaah haji Indonesia setiap tahunnya adalah perempuan. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan layanan berbasis jender menjadi sangat penting. Banyak dari mereka adalah lansia yang membutuhkan perhatian dan pendekatan khusus, baik secara fisik maupun emosional," katanya.
Arifah Fauzi menyatakan bahwa penunjukannya sebagai Amiratul Hajj merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk memastikan jamaah haji Indonesia, khususnya perempuan, merasa aman, nyaman, serta mendapatkan layanan terbaik selama menjalankan ibadah.
"Kehadiran Amiratul Hajj dan pembimbing ibadah perempuan akan membuat jamaah perempuan merasa lebih nyaman. Mereka dapat menyampaikan kebutuhan, keluhan, dan pertanyaan pribadi tanpa rasa sungkan," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, usai Rapat Koordinasi Amirul Hajj di Kantor Urusan Haji, Jeddah, Jumat (30/5), menyatakan akan merekrut lebih banyak lagi ulama perempuan sebagai Amiratul Hajj.
Hal ini dinilai penting karena ada hal-hal pribadi dan pengalaman hidup perempuan yang kurang nyaman ditanyakan kepada ulama laki-laki.
"Karena persoalan fikih haji paling banyak berkaitan dengan perempuan, termasuk apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Hal-hal yang sangat privat itu tak mungkin ditanyakan kepada ulama pria karena jamaah haji banyak yang perempuan," ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Wamendag Dyah Roro Esti Tinjau Stok dan Harga Pangan di Pasar Mayestik
-
Porprov Kalteng Diikuti Ribuan Atlet
-
Hasil Survei: Ekonomi Bali Alami Pelambatan akibat Konsumen Tahan Beli Barang Elektronik Jelang Nyepi dan Idul Fitri
-
40.796 Jamaah telah Diberangkatkan ke Tanah Suci, Kemenhaj Perkuat Layanan Kesehatan
-
Naik Kelas! IKM Binaan Kemenperin Tembus Rantai Pasok Haji Tahun 2026
-
Dituduh Narkoba, Sandara Park 2NE1 "Unfollow" Park Bom di Instagram
-
Kementan Klaim Stok Cabai Surplus, Ramadhan–Lebaran 1447 H Dijamin Aman!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.