Agar Hemat BBM, Ketahuilah 8 Cara Berkendara dengan Teknik Eco Driving

Minggu, 01 Jun 2025, 19:24 WIB

JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar yang tak menentu membuat banyak pengemudi mulai berupaya menerapkan cara berkendara yang lebih hemat agar konsumsi BBM tetap terkendali.

Salah satu solusi-nya adalah dengan menerapkan teknik “eco driving” atau mengemudi hemat bahan bakar, yakni gaya berkendara yang tidak hanya efisien, tapi juga ramah lingkungan dan memperpanjang umur kendaraan.

Ket. Foto: Ilustrasi: Berkendara. — Sumber: ANTARA/HO-Lifepal

Dengan mengadopsi kebiasaan mengemudi yang lebih bijak seperti menjaga kecepatan tetap stabil, menghindari akselerasi mendadak, hingga melakukan perawatan kendaraan secara rutin Anda dapat mengurangi konsumsi BBM secara signifikan. Tak hanya menghemat pengeluaran, eco driving juga turut berkontribusi dalam mengurangi emisi gas buang.

Penasaran bagaimana cara menerapkan-nya? Berikut ini panduan lengkap eco driving yang bisa langsung Anda praktikkan dalam perjalanan sehari-hari, melansir berbagai sumber.

Cara menggunakan teknik eco driving untuk hemat BBM

1. Cek tekanan angin pada ban secara rutin

Tekanan angin yang tidak sesuai bisa mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Ban yang kekurangan tekanan membuat kendaraan bekerja lebih berat dan boros BBM, sedangkan ban yang terlalu keras memang bisa lebih hemat, namun berisiko terhadap jarak pengereman dan memperpendek usia pakai ban.

Untuk mengetahui tekanan yang tepat, lihat panduan dari produsen mobil biasanya tercantum di buku manual, pintu samping, atau dekat tutup tangki.

2. Gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi oktan

Mengisi kendaraan dengan bahan bakar beroktan sesuai spesifikasi mesin akan membantu pembakaran berjalan lebih efisien. Hal ini tidak hanya menjaga performa mesin tetap optimal, tetapi juga mengurangi konsumsi bahan bakar secara keseluruhan.

3. Kurangi beban berlebih dalam mobil

Semakin berat muatan kendaraan, semakin besar pula tenaga yang dibutuhkan untuk melaju yang berarti konsumsi BBM jadi lebih boros. Usahakan hanya membawa barang-barang penting dan hindari menyimpan beban tak perlu dalam mobil.

Selain itu, penggunaan ban khusus hemat energi dengan hambatan gulir rendah juga bisa membantu mengurangi pemakaian bahan bakar. Pilih ban berlabel hemat BBM (biasanya dengan ikon pompa bensin dan rating A).

4. Berkendara dengan antisipatif

Alih-alih mengemudi agresif seperti ngebut lalu tiba-tiba mengerem lebih baik prediksi kondisi lalu lintas di depan dan jaga jarak aman. Ini memungkinkan mobil melambat secara alami tanpa pengereman mendadak, yang bisa menghemat bahan bakar dan mengurangi keausan rem.

5. Hindari gaya mengemudi stop-and-go

Di tengah kemacetan kota, sering berhenti dan melaju secara mendadak membuat konsumsi BBM membengkak. Cobalah mengemudi lebih santai, jaga jarak aman dengan kendaraan di depan, dan hindari akselerasi yang tidak perlu. Beberapa mobil kini sudah dilengkapi mode berkendara khusus perkotaan untuk membantu efisiensi dalam kondisi lalu lintas padat.

6. Lakukan servis mobil secara teratur

Menjaga kondisi kendaraan melalui servis berkala sangat penting untuk efisiensi bahan bakar. Pemeriksaan rutin seperti ganti oli, pengecekan sistem pembakaran, hingga perawatan filter udara akan memastikan mesin bekerja secara maksimal dan tidak boros BBM.

7. Matikan mesin saat tidak diperlukan

Untuk menghemat bahan bakar sekaligus menjaga lingkungan, sebaiknya matikan mesin ketika kendaraan tidak sedang digunakan. Misalnya saat berhenti lama karena menunggu penumpang, menelepon, atau terjebak kemacetan berat. Mesin yang terus menyala dalam keadaan diam hanya akan membuang BBM secara sia-sia.

8. Bijak dalam menggunakan AC mobil

Menyalakan AC secara terus-menerus, terutama saat tidak dibutuhkan, bisa meningkatkan konsumsi BBM dan emisi gas buang. Di kecepatan rendah atau saat cuaca tidak terlalu panas, lebih baik gunakan ventilasi udara alami atau buka jendela untuk menjaga kenyamanan tanpa boros bahan bakar. Ant

  • Eco Driving

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.