Penyakit Jantung Bawaan Bukan Hanya Terjadi Pada Anak
Sabtu, 31 Mei 2025, 21:25 WIBJAKARTA â Dalam upaya memperkuat sistem kesehatan nasional, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI), dan Indonesia Health Development Center (IHDC) menggelar audiensi strategis dengan Menteri Kesehatan Swedia H.E. Acko Ankarberg Johansson dan Duta Besar Swedia untuk Indonesia H.E. Daniel Blockert.
Pertemuan yang berlangsung di Business Sweden Indonesia ini membahas tantangan sistem kesehatan Indonesia dalam menangani penyakit tidak menular (PTM), termasuk penyakit jantung dan kanker yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Annisa Pohan Yudhoyono, dalam audiensi itu menyatakan bahwa sebagai organisasi yang telah 43 tahun berkecimpung dalam pencegahan penyakit kardiovaskular, YJI melalui 155 cabang di seluruh Indonesia per Mei 2025 telah membantu 2.412 pasien dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dari keluarga pra-sejahtera.
âKami percaya kolaborasi lintas sektor dan negara seperti ini akan mempercepat tercapainya target kesehatan nasional," ujar dia dalam keterangan tertulis pda hari Jumat (30/5).
Tantangan dan Inisiatif Kolaboratif
Dalam audiensi lintas lembaga kesehatan tersebut, YJI menekankan tiga tantangan utama yaitu, pertama beban ekonomi tinggi akibat penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
âKedua kesenjangan akses layanan kesehatan, terutama untuk deteksi dini PJB dan penyakit jantung rematik (RHD) di daerah terpencil. Ketiga minimnya kesadaran masyarakat tentang pencegahan, termasuk mitos bahwa PJB hanya terjadi pada anak-anak,â ujar dia.
YJI mengidentifikasi potensi sinergi kedepannya dalam, pertama pembangunan kapasitas tenaga medis melalui pelatihan dan pertukaran pengetahuan. Kedua inovasi teknologi kesehatan, seperti e-health dan alat diagnostik terjangkau. Ketiga penguatan pusat data nasional untuk penyakit kardiovaskular.
"Kami berharap melalui kemitraan dengan Swedia, yang memiliki sistem kesehatan preventif dan teknologi digital maju, memungkinkan dapat membantu mempercepat pencapaian target kesehatan Indonesia," tambah Annisa.
 Ajakan untuk Aksi Bersama
âYJI mengajak semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah Swedia, untuk bersama-sama. Pertama meningkatkan akses layanan kesehatan jantung di daerah tertinggal. Kedua memperkuat edukasi pencegahan melalui pendekatan komunitas. Ketiga mendukung penelitian dan inovasi berbasis data,â uja Annisa.
- Penyakit Jantung Bawaan
- Yayasan Jantung Indonesia (YJI)
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Ilmuwan Kembangkan Tes Darah Sederhana untuk Pastikan Penyakit Jantung Bawaan
-
Verstappen dan Red Bull Memulai Era Baru di GP Belgia
-
FPTI Jaksel Nilai Kompetisi Panjat Tebing Mampu Cerminkan Ketangguhan
-
ITS Cetak Sejarah! 5 Profesor Baru Dikukuhkan, Targetkan Masuk Top 300 Dunia
-
Perang Iran Hari ke-33 : Apa Saja yang Terjadi?
-
Bill Gates Tekankan Pentingnya MBG di Indonesia untuk Ibu Hamil
-
Tingkatkan Layanan EV, PLN Luncurkan Home Charging Services Versi Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.