Optimalkan Masa Tanam di Kabupaten Sukabumi Melalui Rehabilitas Irigasi

Sabtu, 31 Mei 2025, 21:50 WIB

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak melakukan percepatan tanam di Desa Kertamukti Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hal ini dilakukan guna menjaga daya gedor produksi padi dalam negeri. Dengan begitu, Indonesia terap dapat menjaga capaian swasembada.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Yudi Sastro mengatakan bahwa percepatan tanam di Kabupaten Sukabumi akan dilakukan melalui dukungan rehabilitasi irigasi yang dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai Citarum atau BBWS Citarum Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Ket. Foto: Percepatan tanam di Kabupaten Sukabumi akan dilakukan melalui dukungan rehabilitasi irigasi. — Sumber: Kementan

“Disini sudah hadir Penanggungjawab kabupaten Sukabumi, Bu Kapus (Kepala Pusat PVTPP Kementan, Leli Nuryati). Dan tadi kita sudah diskusi, kenapa disini belum tanam? Jawabannya karena khawatir dengan air atau airnya kurang dan juga irigasinya bermasalah,” ujar dia di Desa Kertamukti, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi pada hari Sabtu (31/5).

“Kita sudah dapat masukan semua persoalan disini, karena itu insyaallah tanggal 2 besok sudah kita punya jadwal desk PU nanti kita sampaikan semua, di mana titiknya, berapa luasnya berapa cakupannya hingga nanti menjadi tanggung jawab mereka untuk memenuhi air,” tambahnya.

Sebagai gambaran, kata Yudi, Kementerian Pekerjaan Umum sudah menargetkan rehabilitasi irigasi setara 2 juta hektare di seluruh Indonesia. Termasuk di dalamnya perbaikan irigasi di Kecamatan Warungkiara.

“Mereka memiliki target di seluruh Indonesia merehabilitasi irigasi setara 2 juta hektar. Termasuk di warungkiara ada seluas 500 hektar sepanjang 9 kilometer, nah kewenangan itu ada di PU dan juga daerah,” katanya.

Yudi menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan kepada semua pihak termasuk di Kementerian Pertanian untuk mewujudkan swasembada. Dengan begitu, ketahanan pangan Indonesia jauh lebih kuat terutama untuk menghadapi berbagai tantangan global.

“Yang pasti target produksi beras kita tahun ini bisa tercapai dan bapak Presiden sudah perintahkan kita swasembada di tahun 2025. Artinya apa? Kita tidak melakukan importasi di tahun ini khususnya beras dan jagung,” katanya.

Kepala Pusat PVTPP Kementan, Leli Nuryati, pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa Provinsi Jawa Barat memiliki potensi yang sangat besar terutama dalam mendukung tambahan produksi dalam negeri. Salah satunya hamparan pagi dari Desa Kertamukti.

“Semua akan kita optimalkan untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan. Karena itu seluruh potensi di Jawa Barat termasuk di Sukabumi akan kita optimalkan,” katanya.

Leli menambahkan bahwa optimalisasi tanam padi di Kabupaten Sukabumi terus dikebut baik di Kecamatan Warungkiara serta kecamatan lain di Sukabumi. Ia bersama jajaran dinas setempat dan juga jajaran TNI terus bekerja keras meningkatkan hasil produksi petani.

Kepala Bidang Sarana pada Dinas Pertanian Sukabumi, Deni Ruslan menyampaikan terima kasih atas perhatian besar pemerintah pusat dalam hal ini jajaran kementerian pertanian yang telah melakukan pendampingan produksi.

“Kami atas nama petani di Kabupaten Sukabumi menyampaikan terimakasih kepada jajaran kementan terutama Bu Kapus sebagai Penanggungjawab LTT yang secara rutin melakukan pengawalan,” jelasnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.