Inter Siap Bendung Ambisi PSG di Final Liga Champions
Jumat, 30 Mei 2025, 13:00 WIBMUNICH â Paris Saint-Germain hanya selangkah lagi dari gelar Liga Champions perdana, tetapi di hadapan mereka berdiri Inter Milan yang tangguh dan penuh pengalaman dalam laga final penuh gengsi yang digelar di Allianz Arena, Munich, Minggu (1/6) dini hari WIB.
Pertarungan antara PSG dan Inter bukan sekadar duel dua tim kuat Eropa, tapi juga pertemuan dua filosofi yang berbeda: tim modern yang diskokong investasi besar melawan klub klasik dengan sejarah panjang.
PSG, yang telah membelanjakan dana besar sejak diambil alih oleh Qatar pada tahun 2011, baru dua kali mencapai final. Pada tahun 2020 mereka takluk dari Bayern Münich di final tanpa penonton akibat pandemi. Kini, empat tahun berselang, mereka kembali ke kota yang sama dengan harapan berbedaâmengukir sejarah.
Musim ini, tanpa trio bintang lama Kylian Mbappe, Neymar, dan Lionel Messi, PSG justru tampil mengejutkan lewat generasi muda mereka. Di bawah arahan Luis Enrique, tim berusia rata-rata di bawah 24 tahun ini menyingkirkan Manchester City, Liverpool, Aston Villa, dan Arsenal dalam perjalanan menuju final.
âKami tahu gaya bermain seperti apa yang kami inginkan. Sekarang tinggal menjalankannya dengan potensi terbaik," kata Enrique, yang pernah membawa Barcelona juara Liga Champions pada tahun 2015.
âFinal seperti ini adalah impian semua pemain dan pelatih. Kami ingin menjadi yang pertama yang membawa trofi Liga Champions ke Paris,â tambahnya.
Dengan pemain-pemain seperti Ousmane Dembele yang sudah mencetak 33 gol musim ini, serta kontribusi dari Bradley Barcola, Desire Doue, dan rekrutan Januari Khvicha Kvaratskhelia, PSG terlihat tajam. Di lini belakang, Gianluigi Donnarumma dan Achraf Hakimi tampil solid, dengan sang full-back punya motivasi ekstra menghadapi mantan klubnya.
Menariknya, jika PSG berhasil menang, mereka hanya akan menjadi klub Prancis kedua yang menjuarai kompetisi ini, menyusul Marseille pada tahun 1993âyang juga menjuarai final di kota Münich.
Di sisi lain, Inter Milan tak datang sebagai favorit, namun mereka membawa warisan besar dan skuad berpengalaman. Ini akan menjadi final Liga Champions kedelapan mereka, dengan tiga gelar sebelumnya diraih pada tahun 1964, 1965, dan 2010 di bawah Jose Mourinho.
Pelatih Simone Inzaghi, yang juga membawa Inter ke final dua tahun lalu sebelum kalah tipis dari Manchester City, yakin skuadnya kini lebih matang. Bahkan delapan pemain dari final di Istanbul itu diperkirakan kembali tampil di starting XI.
Dalam perjalanan menuju final, Inter mengalahkan Bayern di perempat final dan menyingkirkan Barcelona di semifinal dalam duel klasik, terutama leg kedua yang diguyur hujan di San Siro.
"Untuk benar-benar mencatatkan sejarah, kami harus menang hari Sabtu," tegas Inzaghi.
Dengan formasi khas 3-5-2 yang kontras dengan 4-3-3 milik PSG, Inter akan mengandalkan kekompakan dan kedisiplinan. Tiga pemain veteran berusia di atas 36 tahun diperkirakan tampil sejak awal, menunjukkan kekuatan mental dan pengalaman sebagai senjata utama.
âKami tahu ini akan sulit. PSG adalah tim hebat, sama seperti Barcelona dan Bayern. Tapi kami juga punya tujuan yang sama. Kami akan memberikan yang terbaik,â lanjut pelatih asal Italia itu.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Paris Saint-Germain Raih Gelar Ligue 1 Kelima Beruntun
-
Final Liga Championa, Perkiraan Susunan Pemain Arsenal dan PSG
-
Reformasi PSG di era Luis Enrique Berbuah Manis sebagai Kampiun Eropa
-
Tim-tim Besar Italia Absen di Liga Chamions, Termasuk AC Milan
-
Arteta vs Luis Enrique: Sahabat Lama, Rival di Final Liga Champions
-
Preview Munchen Vs PSG Leg ke-2 Kamis Dini Hari, Laga Gila Final Kepagian
-
Liga Champions, Gulung Muenchen, PSG Tantang Arsenal di Final, Berpeluang Juara Lagi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.