Bangkai Harimau 'Si Uni' Taman Rimba Jambi Dikuburkan oleh BKSDA
Jumat, 30 Mei 2025, 07:30 WIBBangkai si Uni, nama harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) kelamin betina yang mati pada Kamis siang (29/5), di Lembaga Konservasi (KL) Taman Rimbo Jambi karena usia dan sakit, kini segera dikuburkan oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
âSaat ini bangkainya sudah dibawa ke tempat penyelamatan satwa BKSDA Jambi untuk penanganan lebih lanjut dan penguburan bangkai,â kata Kepala BKSDA Jambi Agung Nugroho.
Satwa harimau sumatra mati di Lembaga Konservasi (LK) Taman Rimbo Jambi, dinyatakan mati di Taman Rimbo dikarenakan usia yang sudah tua dan diperkirakan adanya komplikasi organ. Berikut kronologis kondisi sebelum harimau tersebut mati.
Pada 25 Mei 2025, BKSDA Jambi menerima informasi dari LK Taman Rimbo terkait si Uni dalam kurun waktu dua pekan, nafsu makan harian menurun. Satwa buas itu hanya menghabiskan satu kg daging sapi dari dua kg daging yang diberikan dan makanan lain berupa ayam hidup dan tiga kg daging ayam yang diberikan tidak dimakan sama sekali.
Kemudian pada 26 Mei lalu petugas kembali memberikan makanan berupa satu ekor ayam hidup dan tiga kg daging ayam di dalam kandang tidur, namun tetap tidak ada yang dimakan, kemudian 27 Mei 2025 satwa buas itu kembali diberikan dengan makanan lain yaitu daging babi sebanyak satu kg.
Harimau itu memakan daging tersebut tetapi masih bersisa sekitar 700 gram. Selain itu juga diberikan recovery prescription diet sebanyak satu kaleng akan tetapi hanya dijilat saja dan tidak dimakan. Satwa menunjukkan kondisi Letardy, namun masih dapat berjalan.
Pada 28 Mei 2025 sang raja hutan itu menunjukkan perilaku tidak responsif terhadap gangguan, namun masih mau berjalan ke kandang jepit sehingga diberikan tindakan medis oleh petugas. Kemudian pada 29 Mei 2025 harimau dinyatakan mati saat dilakukan tindakan medis berupa pemberian fluid terapy (NaCl 0,9%) dan Ranitidine 2 ml.
Agung mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan Patologi Fisiologis dari LK Taman Rimba diketahui keadaan umum di Uni berjenis kelamin betina itu telah berusia 23 tahun, berat badan lebih kurang 65 Kg dengan diagnosa penyebab kematian adalah usia yang sudah tua dan komplikasi organ.
âDalam rangka penegakan diagnosa maka tim BKSDA Jambi bersama Tim LK Taman Rimba telah melakukan nekropsi dan pengambilan sampel organ, swab dan sampel darah,â katanya.
Berdasarkan informasi dari LK Taman Rimba satwa harimau itu berasal dari Ragunan Zoo yang dititipkan ke Taman Rimba sesuai dengan Berita Acara Penitipan Satwa dari Balai KSDA Jambi Nomor: BA. 01/BKSDAJBi-I/2010 tanggal Tujuh Bulan Januari tahun 2010 pada saat usia Uni delapan tahun.
Kepala Balai KSDA Jambi Agung Nugroho menyampaikan bahwa saat ini tim telah melakukan penguburan bangkai harimau di areal TPS BKSDA Jambi sekira pukul 20.05 WIB.*
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Tampil di Forum Internasional Mindtech & Smartcare 2025, ITSB Soroti Inovasi Digital untuk Kesehatan Mental Para Penambang di Indonesia
-
Nagelsmann Panggil Tiga Wajah Baru, Jerman Bidik Start Meyakinkan di Kualifikasi Piala Dunia
-
Harimau Sumatera Muncul di Agam, BKSDA Sumbar Kerahkan Tim Gabungan untuk Penanganan
-
Zelenskiy Tawarkan Putaran Negosiasi Baru, Desak Gencatan Senjata Segera
-
BKSDA Sumbar Siapkan Tahapan Evakuasi Harimau Sumatera di BRIN Agam
-
Jakarta Fair 2025 Bakal Buka Jam Operasional hingga Pukul 23.00 WIB
-
Empat Laga Sepak Bola Ditunda Usai Kematian Bos Kartel Picu Kekerasan di Meksiko
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.