• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Pantau Risiko Pembalakan L...

Pantau Risiko Pembalakan Liar, Alibaba Jalin Kemitraan Strategis dengan Perhutani

Kamis, 29 Mei 2025, 22:35 WIB

JAKARTA – Alibaba Cloud, tulang punggung teknologi digital dan kecerdasan dari Alibaba Group, hari ini menegaskan kembali komitmennya terhadap transformasi digital Indonesia dengan mengumumkan kemitraan strategis bersama Perhutani, Badan Usaha Milik Negara yang mengelola sumber daya hutan di Jawa dan Madura.

Kolaborasi ini memperluas jaringan Alibaba Cloud yang telah mencakup ribuan bisnis dan mitra lokal, memperkokoh perannya sebagai mitra tepercaya dalam layanan komputasi awan (cloud) dan AI di berbagai sektor di Indonesia.

Ket. Foto: Dengan memanfaatkan layanan komprehensif Alibaba Cloud, termasuk penyimpanan, komputasi, dan analitik real-time, Perhutani kini dapat memantau risiko deforestasi, memerangi pembalakan liar. — Sumber: Alibaba

Adopsi solusi AI dari Alibaba Cloud oleh Perhutani menjadi contoh nyata bagaimana teknologi canggih dapat mendorong keberlanjutan lingkungan. Mulai dari pemrosesan data secara real-time, integrasi data yang mulus, hingga memastikan ketersediaan layanan yang tinggi, Alibaba Cloud menyediakan tool yang canggih dan infrastruktur tangguh yang dibutuhkan Perhutani untuk mengatasi kompleksitas manajemen data geospasial.

Dengan memanfaatkan layanan komprehensif Alibaba Cloud, termasuk penyimpanan, komputasi, dan analitik real-time, Perhutani kini dapat memantau risiko deforestasi, memerangi pembalakan liar, dan mengoptimalkan upaya konservasi dengan efisiensi yang belum pernah ada sebelumnya. Digitalisasi pengelolaan hutan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pemantauan hutan.

Direktur SDM, Umum & TI Perhutani M. Denny Ermansyah, menyatakan pihaknya melakukan transformasi dengan membangun 'Perhutani Digital Forest,' sebagai upaya mengimplementasikan teknologi yang mampu mendukung operasional Perusahaan dalam memantau, melindungi, dan mengendalikan pengelolaan sumber daya hutan.

“Teknologi dari Alibaba Cloud menjawab kebutuhan kami. Infrastruktur cloud mereka memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data yang menyeimbangkan pelestarian ekologi dengan pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan," ungkapnya melalui keterangan tertulis pada hari Rabu (28/5).

Sementara itu Country Manager Alibaba Cloud untuk Indonesia Sean Yuan, menerangkan dari bidang kehutanan, keuangan, hingga manufaktur, organisasi-organisasi di Indonesia memanfaatkan AI untuk menyelesaikan tantangan yang kritis.

“Kolaborasi kami dengan Perhutani mencerminkan misi Alibaba Cloud dalam mendukung ekonomi digital Indonesia dengan menggabungkan teknologi mutakhir dengan keahlian lokal untuk menyelesaikan masalah yang nyata," paparnya.

Kolaborasi lain yang diumumkan termasuk dengan Kementerian Agama Republik Indonesia, yang memanfaatkan layanan Alibaba Cloud untuk pengaplikasian yang hemat biaya misalnya aplikasi Pusakauntuk misalnya: “mempermudah logistik ibadah Haji.” Contoh lainnya adalah Finture, neobank Asia Tenggara yang menggunakan solusi Alibaba Cloud untuk meningkatkan keamanan data dan skalabilitas infrastruktur.

Dukung Lonjakan AI di Indonesia

Untuk menjawab meningkatnya permintaan akan transformasi digital dan manfaat dari lonjakan AI terbaru, Alibaba Cloud meluncurkan berbagai produk dan solusi berbasis AI serta big data yang disesuaikan untuk pasar Indonesia.

Beberapa solusi berbasis AI serta big data adalah Solusi GenAI. Alibaba Cloud bekerja sama dengan mitra lokal di Indonesia untuk menghadirkan berbagai tool dan solusi GenAI, termasuk Quick Service untuk layanan pelanggan cerdas,  serta solusi AI khusus industry.

Beberapa mitra yang menggunakan Solusi tersebut adalah Redpumpkin.ai, Electrum sebagai bagian dari CloudMile Group, dan All Data International. Solusi ini mencakup layanan cerdas bagi perusahaan seperti peninjauan dokumen hukum, penyaringan resume, pengembangan konten digital, chatbot rekomendasi, dan pengembangan wawasan bisnis.

Solusi berbasis AI serta big data selanjutnya adalah MaxCompute. Peningkatan MaxCompute, platform multi-tenancy yang sepenuhnya terkelola untuk data warehousing skala besar, telah ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pengolahan data yang kuat, yang menjadi faktor penting dalam pengembangan AI. Kemampuan barunya mencakup mesin SQL yang lebih cepat, kontrol data yang lebih detail, serta migrasi data yang lebih lancar untuk analitik berskala besar.

Lainnya adalah akses ke model AI terkemuka. Alibaba Cloud menyediakan akses bagi para developer ke model AI yang mutakhir, termasuk seri Large Language Model atau LLM Qwen dan model vision generation/editing seri Wan, melalui platform pengembangan AI generatif mereka Bernama Model Studio.

“Platform ini juga menyediakan berbagai alat pengembangan AI. Secara khusus, Qwen3, seri model hybrid reasoning pertama Alibaba, kini tersedia lewat Model Studio bagi developer di Indonesia untuk membangun aplikasi AI yang canggih,” kata Sean Yuan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.