Pakta Pertahanan Prancis-Indonesia Berpotensi Memiliki Jet Tempur Rafale

Kamis, 29 Mei 2025, 14:50 WIB

JAKARTA - Prancis dan Indonesia resmi menandatangani pakta pertahanan awal yang membuka peluang bagi pesanan baru peralatan militer dari Prancis, termasuk jet tempur Rafale dan kapal selam Scorpene.

“Saya gembira bahwa nota kesepahaman yang ditandatangani hari ini dapat membuka perspektif baru dengan pesanan baru untuk Rafale, Scorpene, fregat ringan.” ujar Presiden Macron yang disampaikan dalam konferensi pers bersama Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Ket. Foto: Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, memeriksa pasukan kehormatan selama kunjungan di Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia, 29 Mei 2025. — Sumber: Reuters

Presiden Prabowo menekankan bahwa Prancis merupakan salah satu mitra utama Indonesia dalam memperkuat perangkat keras militer serta mengembangkan industri pertahanan melalui produksi bersama dan transfer teknologi. Kunjungan Macron ke Jakarta merupakan bagian dari rangkaian lawatan ke Asia Tenggara, setelah sebelumnya mengunjungi Vietnam dan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Singapura.

Saham Dassault Aviation, produsen jet Rafale, mencatat kenaikan 3,4% di pasar Paris pada sesi pagi, di tengah sorotan publik setelah insiden bentrokan di mana Rafale milik Angkatan Udara India ditembak jatuh oleh jet China yang digunakan Pakistan. Meski demikian, Indonesia sendiri belum menerima jet Rafale dari kesepakatan pada tahun 2022. Kepala Staf Angkatan Udara Indonesia, Mohamad Tonny Harjono, menyatakan bahwa enam unit jet tempur dijadwalkan tiba pada awal tahun 2026.

Selain kesepakatan jet tempur, Indonesia juga telah melakukan pembelian dua kapal selam Scorpene dari galangan kapal milik negara Prancis, Naval Group, pada tahun 2024. Pada 2023, Indonesia mengumumkan pembelian 13 radar pengawasan udara jarak jauh dari perusahaan teknologi pertahanan Prancis, Thales. Paket kerja sama ini menunjukkan langkah signifikan Indonesia dalam memperkuat kemampuan militernya dengan dukungan teknologi maju dari Prancis.

Selain membahas kerja sama militer, kedua pemimpin juga menyinggung krisis yang semakin memburuk di Timur Tengah akibat tindakan militer Israel di Gaza. Saat ini, Indonesia belum mengakui dan belum menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Sementara itu, Macron menegaskan kembali dukungannya terhadap solusi dua negara sebagai jalan penyelesaian konflik di kawasan tersebut.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.