Papua Barat Maksimalkan Manfaat Sumber Daya Hutan Berkelanjutan

Selasa, 27 Mei 2025, 15:32 WIB

MANOKWARI - Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani di Manokwari, Selasa, mengatakan luas kawasan hutan yang mencapai 6,3 juta hektare tidak hanya menyimpan keanekaragaman hayati endemik, tetapi menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat adat setempat.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat melakukan pembahasan rencana program pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus pendapatan asli daerah (PAD) pada 2026.

Ket. Foto: hutan lindung — Sumber: ist

Pengelolaan sektor kehutanan yang berkelanjutan harus menjadi prioritas agar dapat menjaga keseimbangan ekosistem dan warisan kekayaan sumber daya alam untuk generasi Papua Barat di masa mendatang.

"Dengan potensi alam yang begitu besar, sudah menjadi kewajiban kita semua mengelola dengan sebaik-baiknya," ucap Lakotani.

Menurut dia, optimalisasi pengelolaan sektor kehutanan secara maksimal sesuai dengan ekspektasi membutuhkan sinergisitas antarpemangku kepentingan baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan semua elemen masyarakat di wilayah Papua Barat.

Pemerintah Provinsi Papua Barat telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 yang mengatur soal subjek, objek, dasar pengenaan, serta besaran tarif pajak maupun retribusi dengan salah satunya bersumber dari sektor kehutanan.

"Pengelolaan hutan akan maksimal supaya memberikan kontribusi PAD yang akan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah," ujar Lakotani. Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat Jimmy Walter Susanto menyebut ada empat kebijakan strategis pembangunan sektor kehutanan selama lima tahun ke depan.

Pertama, meningkatkan kapasitas hutan dalam menjaga fungsi ekologis dan peran sebagai paru-paru dunia.

Kedua, mendorong kontribusi hutan dalam pemerataan pembangunan wilayah.

Ketiga, mengembangkan potensi produk hasil hutan termasuk pangan dan energi yang bersumber dari kawasan hutan.

Keempat, memperkuat tata kelola berbasis digital.

"Kami targetkan PAD sektor kehutanan tahun 2026 yang tercantum dalam RPJMD, sebanyak Rp9 miliar," kata Jimmy.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.