DIY Raih Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah, Wakil Gubernur Disematkan Gelar "Ksatria Bahasa"

Senin, 26 Mei 2025, 16:40 WIB

Depok — Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) meraih penghargaan dalam kategori Provinsi pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2025. Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, kepada Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Gedung Merah Putih PPSDM Kemdikdasmen, Depok, Senin (27/5).

DIY dinilai berhasil menghidupkan kembali penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari serta mengaitkannya secara aktif dengan budaya lokal. Dalam acara ini, Menteri Mu’ti menyematkan gelar simbolik “Ksatria Bahasa” kepada kepala daerah yang dianggap berperan besar dalam upaya pelestarian bahasa ibu.

Ket. Foto: — Sumber: Antara Foto

“DIY telah menjadikan bahasa daerah bagian dari keseharian warganya. Revitalisasi ini tidak hanya menjaga bahasa, tapi juga memperkuat nilai-nilai budaya lokal yang diwariskan ke generasi muda,” ujar Mu’ti.

Ia menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah tidak bertentangan dengan kemajuan. Sebaliknya, hal tersebut memperkuat jati diri bangsa. Prinsip Trigatra Bahasa—Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing—ditegaskan sebagai fondasi kebijakan kebahasaan nasional.

“Kita tidak anti bahasa asing. Tapi melestarikan bahasa daerah adalah menjaga identitas bangsa. Indonesia memiliki 718 bahasa daerah, ini adalah kekayaan yang tak dimiliki negara lain,” kata Mu’ti.

Mu’ti juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa daerah tidak hanya secara formal, tapi juga dalam kebiasaan harian. “Kalau tidak melalui kurikulum, bisa lewat interaksi sehari-hari—saat istirahat, makan siang, bernyanyi, atau bermain,” jelasnya.

FTBIN 2025 yang berlangsung pada 25–28 Mei di Depok menjadi ajang pertemuan budaya antar daerah, menampilkan pertunjukan dari siswa dan seniman muda seluruh Indonesia. Tema tahun ini: Bahasa Daerah Mendukung Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa tantangan pelestarian semakin besar akibat menurunnya penggunaan bahasa daerah, minimnya pewarisan antar generasi, serta sikap negatif penutur terhadap bahasanya sendiri.

“Revitalisasi ini harus dilakukan secara aktif dan menyenangkan. FTBIN adalah ruang apresiasi sekaligus ajang kebanggaan bagi anak-anak yang mencintai bahasa ibu mereka,” ungkap Hafidz.

Pemerintah juga memberikan penghargaan kepada 44 kepala daerah yang dinilai konsisten dalam upaya pelestarian bahasa daerah.

“Para pemimpin ini adalah pejuang bahasa yang patut kita beri tepuk tangan. Mereka telah berjuang dengan sungguh-sungguh untuk melindungi identitas bangsa,” tutup Hafidz.


Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.