Di UGM, Mendag Singgung Anak Muda Banyak, Tapi yang Jadi Pengusaha Masih Sedikit

Minggu, 25 Mei 2025, 20:50 WIB

YOGYAKARTA — Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mengingatkan bahwa Indonesia akan punya bonus demografi besar hingga tahun 2045, dengan sekitar 70 persen penduduk berada di usia produktif (15–64 tahun). Namun, dari jumlah besar itu, hanya sebagian kecil yang memilih jalan menjadi pengusaha.

“Rasio kewirausahaan kita masih rendah, baru 3,3 persen. Kita masih kalah dibanding negara tetangga,” kata Budi saat memberi kuliah umum dalam Workshop Young Future Leader di Auditorium Fisipol UGM, Jumat (22/5).

Ket. Foto: — Sumber: Dok. UGM

Budi menyebut, dari 65 juta pelaku UMKM, hanya sebagian kecil yang bisa mengelola usahanya dengan baik. Karena itu, pemerintah akan menggandeng kampus-kampus, termasuk UGM, untuk mendorong lahirnya lebih banyak wirausahawan muda.

Salah satu upayanya adalah mengarahkan mahasiswa yang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar membantu toko kelontong dan warung rakyat masuk ke dunia digital.

“Melalui KKN, mahasiswa bisa bantu warung memperbaiki manajemen stok, sistem pembayaran, hingga strategi dagang lewat teknologi,” ujarnya.

Program ini akan membantu warung-warung kecil lebih efisien dan menarik bagi konsumen. Mahasiswa juga akan mendampingi pedagang pasar rakyat agar terbiasa menggunakan alat digital untuk mencatat transaksi dan stok barang.

Sekretaris Direktorat Pengembangan Usaha UGM, Prof. Sang Kompiang Wirawan, menambahkan bahwa UGM juga mendorong mahasiswa menguasai keterampilan teknis dan manajerial agar siap bersaing di dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.

“Kami ingin lulusan UGM punya mental inovatif dan siap bekerja lintas bidang dengan kemampuan digital yang kuat,” jelasnya.

Sementara itu, Regional CEO Bank Rakyat Indonesia, John Sarjono, menekankan pentingnya pengalaman dan mentalitas bagi calon pengusaha. Menurutnya, membangun bisnis bukan hanya soal modal.

“Belanja pengalaman itu penting. Juga bangun jaringan, miliki mental cinta proses, dan disiplin. Itu kunci menjadi pebisnis yang tangguh,” kata John.

Pemerintah berharap kolaborasi dengan kampus dan dunia perbankan bisa mendorong lebih banyak anak muda Indonesia untuk berani memulai usaha. Jika tidak, bonus demografi yang besar bisa jadi bumerang.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.