Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Pacitan Beri Kompensasi untuk Peternak Ternak Mati Akibat PMK

📅 Jumat, 23 Mei 2025, 10:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Pacitan Beri Kompensasi untuk Peternak Ternak Mati Akibat PMK Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan Sugeng Santoso, Pemkab Pacitan berupaya membantu peternak terdampak PMK dengan memberikan kompensasi sebagai bentuk dukungan pemulihan sektor peternakan.

Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, memberikan kompensasi bagi para peternak yang hewan ternaknya mati akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dengan total kuota bantuan sebanyak 170 ekor sapi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan Sugeng Santoso, di Pacitan, Jumat, mengatakan proses verifikasi di lapangan masih berlangsung untuk memastikan bahwa ternak yang diajukan benar-benar mati karena PMK.

"Kita verifikasi satu per satu. Insya Allah dalam satu sampai dua hari ke depan selesai. Saat ini sudah ada 156 ekor sapi yang terverifikasi dari kuota 170 ekor," kata Sugeng.

Setiap ekor sapi yang memenuhi syarat akan menerima kompensasi sebesar Rp2,5 juta.

Peternak juga diwajibkan memenuhi sejumlah kriteria, seperti bukti dokumentasi pemakaman hewan atau surat pernyataan yang diketahui kepala desa dan saksi lingkungan sekitar.

Sugeng menambahkan, satu peternak hanya bisa menerima kompensasi maksimal untuk dua ekor sapi.

Jika nantinya jumlah ternak yang memenuhi syarat melebihi kuota, Pemkab Pacitan akan mengupayakan dukungan tambahan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

"Kalau nanti hasil verifikasi melebihi kuota, akan kami back up lewat PAK," ujarnya.

Pencairan dana akan dilakukan setelah seluruh tahapan verifikasi rampung dan diterbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati yang memuat daftar nama penerima kompensasi.

Sapi mati akibat PMK yang paling banyak terverifikasi berada di wilayah Kecamatan Pacitan Kota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.