PP FPTI Membuat Seleksi Nasional untuk Olimpiade Los Angeles 2028
📅 Sabtu, 17 Okt 2026, 23:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) membuat seleksi nasional (seleknas) yang diikuti sebanyak 56 atlet dari 12 provinsi, di tempat pelatnas panjat tebing, Bekasi, Jawa Barat, 16-19 Oktober, guna persiapan menuju Olimpiade Los Angeles (LA) 2028 di Amerika Serikat.
Sekretaris Umum PP FPTI Wahyu Pristiawan Buntoro menjelaskan seleknas tersebut merupakan pintu masuk prestasi dan momentum rehabilitasi pengorganisasian pelatnas dan dari sisi prestasi, kegiatan itu akan menentukan komposisi atlet dengan kemampuan, potensi, dan kesiapan terbaik menuju LA 2028.
"Dari sisi keberlanjutan, seleknas ini ditujukan untuk membangun sistem pembinaan yang kuat, konsisten, dan bertanggung jawab," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Dia menjelaskan visi utama pelatnas menuju LA 2028 yakni untuk membentuk tim nasional yang kompetitif dan berprestasi melalui sistem pembinaan yang berkesinambungan, profesional, sehat, aman, bahagia, dan bermartabat. Selain itu, seleknas bukan sekadar memilih atlet yang akan masuk pelatnas tetapi juga untuk menjaga dan membenahi ekosistem pembinaan yang berkesinambungan di semua tingkatan.
Pria yang kerap disapa Pristiawan itu menekankan perlu adanya komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan olahraga yang sehat, aman, bahagia, bermartabat, dan terlindungi secara hukum.
Ketua Panitia Seleknas Aries Susanti Rahayu menambahkan bahwa ada empat kelompok disiplin yang digelar dalam seleknas ini yakni speed putra, speed putri, lead & boulder putra, serta lead & boulder putri.
Melihat jumlah atlet dan provinsi yang mengikuti seleknas, tambah dia, masih ada provinsi yang belum memiliki perwakilan dalam seleknas kali ini.
Dia menyebut, berdasarkan daftar 56 atlet yang dipanggil pada empat kelompok disiplin, ada 26 provinsi yang belum memiliki perwakilan. Sebanyak 45 atlet (80,4 persen) berasal dari enam provinsi di Pulau Jawa dan 11 atlet (19,6 persen) berasal dari luar Jawa.
Sedangkan DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah menjadi tiga provinsi teratas penyumbang atlet dengan total 32 atlet (57,1 persen).
"Sebaran ini menunjukkan ketimpangan keterwakilan geografis, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan ketidakadilan seleksi," kata dia.
Dia memaparkan ada beberapa rekomendasi dari hasil evaluasi FPTI. Pertama, perlu adanya peningkatan pembinaan daerah. Hal ini terlihat dari hasil identifikasi 26 provinsi tanpa perwakilan, adanya kendala fasilitas, pelatih, kompetisi, serta regenerasi.
Kemudian yang kedua, perlunya akses pemeringkatan atlet. Perlunya evaluasi kesempatan atlet seluruh provinsi mengikuti kejuaraan yang memengaruhi peringkat nasional.
Aries melanjutkan, rekomendasi ketiga yakni perlunya indikator pembanding. Sementara yang keempat, perlunya pemantauan tahunan guna menetapkan indikator cakupan provinsi, proporsi Jawa-luar Jawa, dan perkembangan atlet U17 per disiplin.
"Misalnya membandingkan jumlah atlet terdaftar, peserta kejurnas, capaian prestasi, dan tingkat partisipasi per provinsi sebelum menilai keadilan sistem seleksi," ujar mantan pemanjat tebing andalan Indonesia itu
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!