Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Banten Dorong Diskusi Solutif Atasi Premanisme dan Kekerasan Anak

📅 Kamis, 22 Mei 2025, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Banten Dorong Diskusi Solutif Atasi Premanisme dan Kekerasan Anak Doc: Antara
Ket. Gubernur Banten Andra Soni.

Serang - Gubernur Banten Andra Soni mendorong seluruh pihak untuk membuka ruang diskusi solutif dalam menghadapi persoalan premanisme dan kekerasan di kalangan anak.

Menurutnya, penanganan kedua isu ini tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.

“Kuncinya harus sering berdiskusi, berdialog, dan kemudian menemukan solusi bersama. Jadi tidak selalu solusi itu bersifat parsial, harus solusi bersama,” ujar Andra Soni di Serang, Kamis (22/5).

Andra menyampaikan bahwa fenomena kekerasan anak, seperti tawuran pelajar, memiliki keterkaitan erat dengan budaya premanisme yang belum sepenuhnya diberantas di masyarakat.

Ia menilai, jika tidak ditangani serius, praktik ini akan terus menyebar dan berdampak pada pembentukan karakter generasi muda.

“Kekerasan terhadap anak ini juga muncul di lingkungan anak-anak itu sendiri, termasuk dari proses premanisme. Kalau tidak dilakukan upaya-upaya pencegahan, maka itu akan menular kepada anak-anak sekolah lainnya,” ujar dia.

Untuk itu, ia menekankan perlunya keterlibatan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai budi pekerti dan moral kepada anak-anak sejak dini.

Diskusi mengenai premanisme, pungutan liar, dan kekerasan sosial juga telah dilakukan bersama unsur Forkopimda Banten dan berbagai pihak, termasuk ormas dan pelaku usaha. Gubernur menegaskan bahwa harus ada kesepahaman kolektif dalam melihat berbagai bentuk tindakan premanisme.

Menanggapi usulan alternatif seperti memasukkan pelaku ke asrama militer, Andra menyatakan ide tersebut masih dalam tahap diskusi. “Itu bukan rencana, tapi sedang didiskusikan. Kita harus melihat apakah bisa berkelanjutan atau tidak,” kata dia.

Ia juga menyambut baik rencana Komnas Perlindungan Anak Provinsi Banten yang ingin mengangkat isu ini dalam forum lebih luas. “Kita siap untuk berdiskusi dengan semua pihak, termasuk Komnas Anak,” ujar dia.

Andra menegaskan bahwa penyelesaian persoalan ini tidak boleh berhenti pada reaksi sesaat, tetapi harus menjadi bagian dari agenda pembangunan jangka panjang.

“Kita fokus bagaimana menyelesaikan permasalahan hari ini dan ke depan secara berkelanjutan,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.