Pinjaman ADB Beralih Rupa, Utang RI Senilai 3,3 Miliar Dolar AS Dikonversi ke Mata Uang Lokal

Selasa, 20 Mei 2025, 15:32 WIB

JAKARTA – Konversi pinjaman dari lembaga kreditor global ke mata uang lokal (domestic currency) sangat penting untuk mengurangi risiko mata uang dan meningkatkan stabilitas ekonomi.

Pinjaman yang didenominasi dalam mata uang lokal tidak rentan terhadap fluktuasi nilai tukar, sehingga mengurangi beban bunga dan biaya yang terkait dengan perubahan mata uang.

Ket. Foto: Seorang pekerja berjalan melewati markas Asian Development Bank (ADB) di Manila, Filipina. — Sumber: ANTARA/ REUTERS/ Cheryl Ravelo.

Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) bekerja sama dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia (RI) untuk mengonversi 27 pinjaman pemerintah senilai total 3,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dari mata uang dolar AS dan yen Jepang ke mata uang rupiah.

Hal ini menandai konversi mata uang lokal berskala besar pertama yang dilakukan ADB, dan menjadi preseden bagi transaksi-transaksi selanjutnya. Langkah ini mencerminkan strategi ADB yang lebih luas untuk mendukung pengembangan pasar mata uang lokal di kawasan Asia dan Pasifik.

"Keberhasilan konversi pinjaman Pemerintah Indonesia ke dalam mata uang lokal ini merupakan bukti komitmen ADB terhadap inovasi dan stabilitas keuangan di kawasan ini, dan merupakan hasil dari hubungan jangka panjang kami dengan Kementerian Keuangan Indonesia di bidang pengelolaan utang,” kata Wakil Presiden ADB untuk Keuangan dan Manajemen Risiko Roberta Casali dalam keterangan di Jakarta, Selasa (20/5).

Dengan mengoptimalkan pengelolaan mata uang, ADB berupaya membantu negara-negara anggota untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan tangguh.

“Dengan konversi utang, kita dapat menurunkan biaya pembiayaan dan meminimalkan ketidakpastian keuangan, yang pada gilirannya memberikan ruang fiskal yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan mendesak lainnya,” ujar Wakil Menteri Keuangan Indonesia Thomas AM Djiwandono.

ADB terus menjajaki peluang pembiayaan mata uang lokal di seluruh kawasan. Upaya perintis ADB dalam menerbitkan obligasi mata uang lokal dan mengembangkan pasar derivatif telah memajukan pembiayaan mata uang lokal secara signifikan di Asia dan Pasifik.

Portofolio mata uang lokal ADB secara keseluruhan mencapai lebih dari 5 miliar dolar AS per 30 April 2025. Pinjaman dalam mata uang lokal mencakup lebih dari sepertiga dari total pinjaman sektor swasta dan diperkirakan akan tumbuh hingga lebih dari 50 persen di tahun-tahun mendatang.

ADB adalah bank pembangunan multilateral terkemuka yang mendukung pertumbuhan inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di Asia dan Pasifik.

Bekerja sama dengan para anggota dan mitranya untuk mengatasi tantangan yang kompleks secara bersama-sama, ADB memanfaatkan perangkat keuangan yang inovatif dan kemitraan strategis untuk mengubah kehidupan, membangun infrastruktur yang berkualitas, dan melindungi bumi kita.

Didirikan pada 1966, ADB beranggotakan 69 negara, di mana 50 di antaranya berasal dari kawasan Asia dan Pasifik.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.