Pelayaran Niaga Bisa Raup Cuan Banyak, Namun Belum Tergarap Maksimal

Selasa, 20 Mei 2025, 10:00 WIB

JAKARTA-Potensi pelayaran niaga di laut RI sangatlah besar, hanya sayangnya hingga kini kekayaan itu belum bisa dimaksimalkan. Pemerintah masih fokus menggarap kekayaan di darat, kalaupun di laut hanya terbatas pada ikan.

Pengamat Maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Centre (IKAL SC) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa menjelaskan, dari jasa servis kurang lebih 600-an kapal yang melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 1 hingga 3 perhari saja, dalam setahun bisa mendapatkan pemasukan yang menyentuh angka 3.000 triliun rupiah.

Ket. Foto: Aktivitas pelayaran niaga belum tergarap maksimal — Sumber: istimewa

Itu terangnya belum ditambah lagi jika kita mau menggarap serius ceruk potensi pasar perekonomian global yang diangkut oleh kapal kapal niaga yang melalui wilayah Indonesia (40% perdagangan dunia melalui wilayah Indonesia.

"Nilai 40 persen perdagangan dunia itu sendiri adalah 80 ribu triliun rupiah pertahun. Kasarnya 2,5 persen saja kita monetisasi untuk kepentingan Indonesia, maka nilainya sudah setara 2.500 triliun rupiah per tahun,"ungkap Capt. Marcelus pada Koran Jakartaz Selasa (20/5).

Dia menyayangkan potensi besar ini tak termonitor dan dan tergarap dengan benar. Menurutnya hal ini karena cara berpikir penyelenggara negara yang masih berpusat di darat padahal RI kaya akan laut

"Selama ini kita memang belum menjadi bangsa Maritim,"tukasnya. Maka dari itu agar kekayan laut ini bisa dioptimalkan dirinya pun sepakat jika perhubungan laut diperkuat bahkan jika perlu menjadi kementrian sendiri.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.