Bruno Fernandes: Sang Pemimpin Visioner di Tengah Keterpurukan Manchester United
Selasa, 20 Mei 2025, 09:00 WIBLONDON â Di tengah musim terburuk Manchester United dalam setengah abad terakhir, satu nama tetap bersinar: Bruno Fernandes. Gelandang asal Portugal itu kini mengemban satu misi penting terakhir musim iniâmengantar Setan Merah meraih trofi Liga Europa di Bilbao, Kamis (22/5) dini hari WIB.
Fernandes baru saja dinobatkan sebagai Fansâ Player of the Year untuk keempat kalinyaâmenyamai rekor Cristiano Ronaldo dan David de Gea. Ia juga meraih penghargaan Playersâ Player of the Year untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan MU lima setengah tahun lalu.
Dalam situasi musim yang suram tanpa banyak pesaing serius untuk gelar individu di Old Traffordâterlebih dengan absennya Amad Diallo karena cederaâFernandes tetap tampil konsisten dan mencolok.
Musim ini, MU dipastikan finis di posisi terburuk mereka sejak degradasi pada 1974. Namun Fernandes masih memiliki peluang mempersembahkan pelipur lara: trofi Liga Europa melawan sesama tim bermasalah dari Premier League, Tottenham Hotspur.
Jika sukses, ini akan menjadi trofi ketiga Fernandes dalam tiga musim terakhir, setelah menjuarai Piala Liga dan Piala FA bersama manajer sebelumnya, Erik ten Hag.
Di balik performa kolektif yang mengecewakan, Fernandes justru menunjukkan statistik impresif. Ia terlibat dalam 38 gol (19 gol, 19 assist) dari 55 laga musim iniâmenjadikannya musim tersubur kedua sejak direkrut Ole Gunnar Solskjaer.
âSaya selalu menaruh ekspektasi lebih tinggi dari apa pun yang orang harapkan dari saya,â ujar Fernandes kepada TNT Sports. âSetiap musim saya pasang target baru, hal-hal baru untuk saya tingkatkan. Dan level berikutnya di klub ini adalah memenangkan trofiâitu yang paling saya inginkan.â
Fernandes memang tampil luar biasa di kompetisi Eropa. Ia menjadi top skor bersama di Liga Europa dengan tujuh gol. Aksi pentingnya datang di babak gugur: hat-trick ke gawang Real Sociedad di babak 16 besar dan dua gol melawan Athletic Bilbao di leg pertama semifinal.
Kecemerlangan teknis Fernandes jarang diperdebatkan. Visi bermainnya, kreativitas, serta keakuratan umpan membuatnya jadi sosok vital di lini tengah. Namun, gaya kepemimpinannya kerap menuai kritik.
Legenda MU, Paul Scholes, menyebut Fernandes terlalu sering bersikap kekanak-kanakan (petulant). Sementara Roy Keane menyindirnya sebagai âbukan seorang petarungâ. "Talenta saja tidak cukup," ujar Keane. "Bruno memang pemain bertalenta, tapi itu belum cukup."
Namun pelatih Ruben Amorim punya pandangan berbeda. Fernandes, menurut kompatriotnya itu, adalah pusat permainan MU.
âPentingnya Bruno bukan hanya karena statistik. Cara dia bermain dan kontribusinya selama lima tahun di klub ini sudah cukup menjelaskan segalanya,â ujar Amorim. âIa pemain kelas atas. Dia pemimpin dan kapten tim. Dia sangat penting.â
Trofi Liga Europa akan mengantarkan MU kembali ke Liga Championsâpanggung yang lebih pantas untuk kualitas Fernandes. Tapi ambisinya tak berhenti sampai di situ.
âDi MU, targetnya bukan sekadar finis empat besar. Targetnya adalah juara Premier League, dan kita tidak bisa sembunyi dari itu,â ucapnya. âItu masa lalu klub ini, sejarahnya. Dan itu harus jadi masa kini dan masa depan klub iniâselalu berjuang untuk gelar juara.â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Bangun Jakarta Jadi Kota Sinema, Sektor Jasa Kesenian dan Hiburan Diberi Keringanan Pajak 50 Persen
-
Realisasi Serapan Beras Petani Tembus 3,17 Juta Ton, Bulog Jamin Kepastian Harga
-
Jalan Tunjungan Disulap Jadi Catwalk Raksasa, Ribuan Orang Padati Surabaya Fashion Festival 2026
-
Tumbang dari Filipina dan Malaysia, Skuad MLBB Indonesia Tetap Lolos ke Asian Games 2026! Kok Bisa?
-
Hasil Pertandingan Grup H Piala Dunia 2026: Hancurkan Arab Saudi 4-0, Spanyol Puncaki Klasemen
-
Salah Fokus, Laut Sebagai Lumbung dan Cadangan Pangan Terabaikan
-
Haul Akbar Ulama Betawi di Monas 19 Juni, Ini Skema Rekayasa Lalin Dishub DKI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.