Kim Jong-un Desak Militer Korut Siaga Perang Secara Total

Senin, 19 Mei 2025, 02:50 WIB

PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, mendesak angkatan bersenjatanya untuk melakukan perubahan radikal dalam kesiapan menghadapi perang, demikian laporan kantor berita pemerintah Korut, KCNA, pada Sabtu (17/5).

Dalam kunjungan ke latihan kedirgantaraandari Skuadron Udara Pengawal Sayap Pertama pada Kamis (15/5) lalu, Kim Jong-un menyerukan kepada seluruh unit militer agar melakukan perubahan besar dalam persiapan perang dengan selalu berada dalam kondisi siaga penuh.

Ket. Foto: Pemimpin Korut, Kim Jong-un, saat meninjau latihan kedirgantaraan pada 15 Mei lalu. Saat peninjauan ini, Kim Jong-un mendesak angkatan bersenjata Korut untuk melakukan perubahan radikal dalam kesiapan menghadapi perang. — Sumber: AFP/KCNA VIA KNS

“Semua unit di seluruh militer harus melakukan terobosan dalam persiapan perang,” demikian pernyataan Kim Jong-un seperti dilaporkan KCNA.

“Angkatan bersenjata revolusioner Korut saat ini tengah berjuang di berbagai lini, dengan garis depan kelas anti-imperialis sebagai yang paling penting,” imbuh pemimpin Korut itu seraya menekankan bahwa persiapan penuh untuk perang adalah tugas yang paling krusial dan menegaskan pentingnya latihan tempur.

KCNA melaporkan bahwa Kim Jong-un pada Rabu (14/5) telah meninjau demonstrasi latihan taktis gabungan dari unit operasi khusus serta pertandingan demonstrasi oleh subunit tank sehari sebelumnya.

Latihan tersebut disebutkan berlangsung di kamp pelatihan Korps Pertahanan Ibu Kota dari Tentara Rakyat Korea.

Pernyataan Kim Jong-un soal garis depan kelas anti-imperialis juga dipandang sebagai upaya membenarkan pengiriman pasukan ke Russia untuk mendukung perang Russia melawan Ukraina.

Latihan kedirgantaraan tersebut melibatkan jet tempur MiG-29 yang menembakkan misil udara-ke-udara, unit peluru kendali anti-udara, unit radar, unit peperangan elektronik, senjata baru berupa bom luncur presisi jarak jauh, serta simulasi serangan terhadap target sasaran.

Kecaman Korut

Pernyataan Kim Jong-un tersebut merupakan reaksi atas keputusan Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya kembali menetapkan Korut sebagai negara yang tidak kooperatif dalam upaya global memerangi terorisme.

Kementerian Luar Negeri Korut mengecam keputusan AS itu sebagaimana dilontarkan pernyataannya oleh juru bicara kementerian dan dipublikasikan KCNA.

“Semakin AS memprovokasi Korut dengan tindakan jahat yang tidak perlu dan tidak efisien, semakin jauh hal itu akan meningkatkan permusuhan yang tidak dapat didamaikan antara Korut dan AS,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut. “Korut akan mengambil langkah-langkah yang efektif dan tepat untuk mengatasi provokasi permusuhan AS di semua bidang,” imbuh dia.

AS pada Selasa (13/5) kembali mencantumkan Korut dalam daftar negara yang tidak bekerja sama dalam pemberantasan terorisme, bersama Kuba, Iran, Suriah, dan Venezuela.Korut telah masuk dalam daftar ini sejak tahun 1997, dan juga tercatat sebagai negara sponsor terorisme oleh AS sejak 2017.

“Upaya sepihak dan penuh niat buruk seperti ini harus dikecam dan ditolak oleh komunitas internasional,” ujar Kemenlu Korut.

Mereka menilai langkah AS sebagai strategi untuk mencemarkan nama baik negara-negara berdaulat yang independen dan menjadikannya sasaran kecaman global.

Kemenlu Korea Utara juga menyebut kampanye anti-terorisme yang dipimpin AS tidak lebih dari dalih untuk ikut campur dalam urusan dalam negeri negara lain.

“Tak ada satu pun yang meminta AS memimpin upaya internasional melawan terorisme, dan tak ada pula yang memberinya wewenang untuk itu,” tegas pernyataan tersebut, seraya menambahkan bahwa Pyongyang menentang dengan tegas segala bentuk terorisme yang mengancam perdamaian dan keamanan internasional. KBS/Ant/Anadolu/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.