Crystal Palace Juara Piala FA Pertama Kali
Senin, 19 Mei 2025, 06:17 WIBLONDON â Sejarah tercipta di Wembley. Crystal Palace sukses mengejutkan jagat sepak bola Inggris dengan meraih gelar juara Piala FA untuk pertama kalinya sepanjang 120 tahun keberadaan klub. Gol tunggal Eberechi Eze di babak pertama cukup untuk menumbangkan Manchester City 1-0, Minggu (18/5) dini hari WIB, sekaligus memperdalam krisis tim asuhan Pep Guardiola.
Kemenangan dramatis ini bukan hanya tentang sepakan brilian Eze, tapi juga kegemilangan Dean Henderson di bawah mistar.Penjaga gawang itu menggagalkan penalti Omar Marmoush dan melakukan sederet penyelamatan krusial, menjadi tembok kokoh yang tak mampu ditembus serangan City.
âTerus terang, saya sendiri sulit percaya. Kami hanya menyerang sekali dan mencetak gol. Setelah itu, kami bertahan dengan seluruh tubuh,â ujar pelatih Palace, Oliver Glasner.
Palace, yang sebelumnya dua kali gagal di final Piala FA. Pertama pada tahun 1990 dan kedua 2016 melawan Manchester United. Akhirnya dia mengangkat trofi di Wembley. Gelar ini sekaligus memastikan satu tiket ke Liga Eropa musim depan.
Gol Eze lahir menit ke-16 lewat serangan balik kilat. Dimulai dari umpan panjang Chris Richards yang ditahan Jean-Philippe Mateta, bola diteruskan kepada Daniel Munoz di sisi kanan. Umpan silang Munoz kemudian disambut voli kaki kanan Eze yang tak mampu dihentikan Stefan Ortega.
City sempat memiliki peluang menyamakan skor lewat penalti setelah Tyrick Mitchell menjatuhkan Bernardo Silva. Namun, Henderson tampil heroik dengan menepis eksekusi Marmoush yang secara mengejutkan mengambil alih tugas dari Erling Haaland.
Sorotan muncul ketika Henderson lolos dari kartu merah meski terlihat menyentuh bola dengan tangan di luar area penalti saat berduel dengan Haaland. Wasit dibantu VAR menyatakan tidak ada peluang mencetak gol yang jelas, keputusan yang kemudian menuai protes dari kubu City. Guardiola menolak berkomentar banyak. âTanyakan saja pada wasit,â ujarnya singkat.
Pelatih asal Spanyol itu kembali menjadi sorotan karena keputusan taktiknya. Untuk kesekian kali, dia menurunkan formasi tanpa gelandang bertahan di laga final. Ini strategi yang kerap menjadi bumerang, seperti di final Liga Champions 2021. âKami main bagus dan menciptakan peluang. Tapi jika tak bisa mencetak gol, tak bisa menang,â ujar Guardiola. ben/AFP/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Imlek dan Ramadan 2026 Berdekatan, BWH Hotels Indonesia Gelar Kampanye Celebrating Togetherness
-
Banjir Jakarta Meluas, 23 Ruas Jalan dan 10 RT Terendam
-
Aset Fadia Arafiq Ditelusuri Komisi Pemberantasan Korupsi.
-
Jangan Sampai Ketinggalan! Komisi Pendataan Dewan Pers Gelar Sosialisasi di Hotel Le Dien Sabtu Siang Ini
-
CIPS: Regulasi Pekerja Gig Indonesia Masih Tertinggal, Pemerintah Diminta Berhati-hati
-
Rumah Mewah Penyanyi Rihanna Diberondong Tembakan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.