• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Aquaponik vs Hidroponik: M...

Aquaponik vs Hidroponik: Mana Lebih Unggul untuk Ketahanan Pangan dan Gizi?

Jumat, 16 Mei 2025, 12:15 WIB

KAB. GARUT - Meski sama-sama memiliki metode penanaman tanpa tanah, tetapi tetap saja ada perbedaannya. Aquaponik menawarkan pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya alami dan menghasilkan dua komoditas pangan sekaligus, sementara hidroponik unggul dalam kontrol nutrisi yang presisi. Diakui juga bahwa aquaponik menawarkan solusi yang lebih terintegrasi dan berpotensi lebih ramah lingkungan dalam jangka panjang. 

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, baru-baru ini meresmikan program aquaponik sebagai solusi penyediaan pangan bergizi untuk mengatasi stunting. Namun, di tengah maraknya metode bercocok tanam tanpa tanah ini, muncul pertanyaan mendasar: apa sebenarnya perbedaan antara aquaponik dan hidroponik? Kedua sistem ini memang inovatif, tetapi memiliki mekanisme dan keunggulan yang berbeda.

Ket. Foto: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin sedang meninjau metode Aquaponik yang diterapkan di Desa Karyasari, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/yds

Aquaponik, seperti yang diterapkan di Garut dengan mengintegrasikan budidaya ikan nila dan tanaman sayuran, memanfaatkan limbah ikan sebagai sumber nutrisi alami bagi tanaman. Sistem ini menciptakan simbiosis mutualisme di mana ikan menghasilkan limbah yang diolah bakteri menjadi nutrisi tanaman, dan tanaman membersihkan air untuk ikan.

Dr. Yuni Sri Nurhayati, ahli bioteknologi pertanian dari IPB, menjelaskan inti perbedaan keduanya. "Kunci utama terletak pada sumber nutrisi. Hidroponik sepenuhnya bergantung pada larutan pupuk kimia yang diracik secara spesifik untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Sementara, aquaponik mengandalkan limbah organik dari budidaya ikan sebagai 'pupuk' alami bagi tanaman," terangnya kepada Koran Jakarta melalui telepon.

Lebih lanjut, Dr. Yuni menyorotikeberlanjutan ekosistem dalam aquaponik. "Aquaponik menciptakan ekosistem mini yang berkelanjutan. Siklus nutrisi alami mengurangi ketergantungan pada input eksternal seperti pupuk kimia. Air juga lebih efisien karena terus disirkulasi dan dibersihkan oleh tanaman," tambahnya.

Dr. Bambang Susanto, pakar perikanan UGM, pun menyoroti keunggulan ganda hasil panen aquaponik. "Aquaponik tidak hanya menghasilkan sayuran, tetapi juga sumber protein hewani dari ikan. Ini memberikan nilai tambah gizi yang signifikan dibandingkan hidroponik yang fokus pada tanaman saja. Selain itu, pengurangan kebutuhan pupuk kimia menjadikan aquaponik pilihan yang lebih ramah lingkungan," pungkasnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Yuniar Dwi Setiawati

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.