Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perpusnas ajak anak muda ubah naskah kuno jadi karya kekinian

📅 Jumat, 16 Mei 2025, 21:45 WIB | Oleh:
Perpusnas ajak anak muda ubah naskah kuno jadi karya kekinian Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz dalam peringatan puncak HUT ke-45 Perpusnas di Jakarta, Jumat (16/5).

Jakarta -- Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengajak anak-anak muda untuk mengubah naskah kuno menjadi karya-karya kreatif yang lebih kekinian, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur yang ada di dalam naskah-naskah tersebut.

"Kami mendorong generasi muda untuk mengaktualisasikan isi naskah-naskah kuno melalui pendekatan kekinian dalam bentuk yang lebih sesuai dengan perkembangan saat ini, seperti membuat komik, film animasi, atau karya kreatif lain sehingga karya-karya dari masa lampau senantiasa relevan dengan masa kini," kata Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Perpusnas di Jakarta, Jumat.

Aminudin mengemukakan, salah satu program prioritas Perpusnas yakni pengarusutamaan Naskah Kuno Nusantara melalui kegiatan preservasi dan konservasi, alih aksara, alih bahasa, alih media, alih wahana, penyaduran, dan pengkajian.

"Selain itu, kami juga menjadikan naskah-naskah kuno Nusantara sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) atau Ingatan Kolektif Dunia (Memory of the World). Salah satu keberhasilan kita di tahun 2025 yakni pengajuan naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian dan Karya-karya Hamzah Fansuri Koleksi Perpustakaan Nasional yang telah ditetapkan sebagai Memory of the World dalam Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 di Paris, Prancis," ujar dia.

Ia menjelaskan, Naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian merupakan satu-satunya dan hanya dimiliki oleh Indonesia, dan kini disimpan dengan baik di Perpusnas dengan nomor registrasi L630.

"Kehadirannya menjadi simbol dari kekayaan literasi dan tradisi intelektual bangsa kita yang patut dijunjung tinggi. Sementara itu, Hamzah Fansuri, seorang sastrawan besar yang karyanya melampaui batas waktu dan negara, karya-karyanya telah diakui sebagai bagian Memory of the World melalui kerja sama antara Perpusnas dan Perpustakaan Malaysia," paparnya.

Dengan penetapan naskah-naskah tersebut sebagai ingatan kolektif dunia, warisan dokumenter ini diharapkan lebih banyak dikenal oleh masyarakat.

"Para pemangku kepentingan juga perlu membuat program-program yang menjamin kelestarian dokumen, melakukan promosi, dan menjamin pewarisan nilai-nilai luhur di dalamnya," tuturnya.

Ia juga menyebutkan, Perpusnas akan membuat komik yang berasal dari naskah kuno yang menceritakan kisah hidup Pangeran Diponegoro atau yang dikenal dengan Babad Diponegoro.

"Pada tahun ini, kami akan membuat 25 serial komik terkait Pangeran Diponegoro. Komik ini berasal dari Babad Diponegoro yang menceritakan kisah Pangeran Diponegoro dari lahir hingga meninggal," katanya.

Dia menjelaskan, upaya alih visual dari naskah kuno menjadi komik tersebut, merupakan upaya dari Perpusnas untuk menarik minat generasi muda untuk mempelajari naskah-naskah kuno yang ada di Indonesia.

Perpusnas berkolaborasi dengan komunitas maupun asosiasi komik dalam upaya inovatif tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.