Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menanti Petunjuk Baru The Fed Jelang Akhir Pekan

📅 Jumat, 16 Mei 2025, 11:20 WIB | Oleh:
Menanti Petunjuk Baru The Fed Jelang Akhir Pekan Doc: IST

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan bergerak fluktuatif jelang akhir pekan ini. Pergerakan rupiah bakal dipengaruhi sikap pasar menantikan petunjuk baru dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed dan melemahnya indokator ekonomi dalam negeri.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi melihat fokus investor sekarang tertuju pada serangkaian pembacaan ekonomi AS yang akan datang, serta pidato Gubernur The Fed Jerome Powell, untuk isyarat lebih lanjut tentang ekonomi terbesar di dunia. Data inflasi indeks harga produsen untuk periode April muncul hanya beberapa hari setelah pembacaan indeks harga konsumen yang lebih rendah dari perkiraan.

Penurunan inflasi yang berkelanjutan diperkirakan akan meningkatkan taruhan pada pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini. Dari dalam negeri, Ibrahim mengakui perekonomian nasional nampak tengah mengalami kelesuan. Ini bisa dilihat dari berbagai data yang ada, seperti beberapa di antaranya ialah indeks penjualan riil (IPR) dan indeks keyakinan konsumen (IKK).

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (16/5), bergerak fluktuatif di kisaran 16.470-16.530 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, kurs rupiah pada penutupan perdagangan, Kamis (15/5), di Jakarta menguat sebesar 33 poin atau 0,20 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.529 rupiah per dollar AS. “Penguatan kurs rupiah dipengaruhi harapan atas kesepakatan baru antara AS dengan negara-negara Asia terkait persoalan tarif,” ujar Lukman Leong.

Sebaiknya Anda baca juga:

Beberapa negara yang dimaksud adalah Korea Selatan (Korsel), Taiwan, dan Jepang.

“Rupiah dan mata uang Asia pada umumnya menguat terhadap dollar AS oleh harapan kembali terjadinya kesepakatan baru negara-negara Asia dengan AS,” ujarnya.

Mengutip Anadolu Agency, Jepang disebut telah mengusulkan kerja sama dengan AS dalam pembuatan kapal sebagai bagian dari negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung. Usulan ini dimaksudkan sebagai alat tawarmenawar untuk meringankan tarif AS terhadap Jepang yang sebesar 25 persen untuk ekspor mobil dan 24 persen untuk berbagai barang lainnya.

Terkait Korsel, disebutkan bahwa tarif yang diberlakukan AS menciptakan situasi serius di Negeri Ginseng. Karena itu, Korsel akan melanjutkan negosiasi dengan AS secara tertib (in an orderly manner).

Pembicaraan perdagangan antara kedua negara tersebut sedang berlangsung pasca pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif 25 persen terhadap Korsel, yang sementara dikurangi menjadi 10 persen selama 90 hari hingga 8 Juli 2025.

Mengenai Taiwan, AS mengenakan tarif sebesar 32 persen yang kemudian dikurangi menjadi 10 persen selama 90 hari. Pemimpin Taiwan Lai Ching-te mengatakan bahwa pihaknya takkan membalas dan akan meningkatkan impor dari AS, serta menumbuhkan investasi di Negeri Paman Sam, serta membantu dalam pengurangan defisit perdagangan AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.