Gubernur DKI Jakarta Fokus Tingkatkan Akses Pendidikan Merata

Jumat, 16 Mei 2025, 00:14 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, pentingnya akses pendidikan yang merata bagi seluruh warga, terutama bagi mereka yang kurang mampu.

Hal ini disampaikan Pramono saat menutup acara Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) di Ruang Auditorium Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Kamis (15/5).

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung — Sumber: Reza Pratama Putra

Pramono kemudian berbagi kisahnya sebagai anak seorang guru, yang menekankan pentingnya pendidikan dalam keluarganya. Pramono menyampaikan latar belakang keluarganya yang mendorongnya untuk bertekad kuat dalam meraih pendidikan tinggi.

"Pendidikan itu menjadi hal yang sangat utama dalam keluarga kami. Kami tujuh bersaudara. Walaupun anaknya guru, tujuh-tujuhnya Alhamdulillah jadi sarjana," ucap dia.

Dalam upayanya meningkatkan akses pendidikan di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta memaparkan beberapa program unggulan yang dijalankannya. Di antaranya yakni Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, KJMU, pemutihan ijazah, dan lain sebagainya.

Terkait Kartu Jakarta Pintar (KJP), Pramono menjelaskan, program ini memberikan bantuan finansial kepada siswa dari keluarga kurang mampu. Pada tahun ini, sebanyak 707.622 siswa menerima manfaat dari program ini.

"Fondasi paling utama, paling dasar adalah memberikan apa yang disebut dengan Kartu Jakarta Pintar," kata dia.

Sedangkan program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) memberikan bantuan kepada mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Gubernur DKI Jakarta menekankan komitmen Pemprov DKI untuk menjamin keberlanjutan pendidikan penerima KJMU hingga jenjang S2 dan S3, selama IPK mereka memenuhi syarat.

"Jumlahnya pada periode ini, kemarin sudah kita ketok jumlahnya 15.792 mahasiswa," ucap Pramono.

Selain itu, Gubernur DKI Jakarta juga mengeluarkan peraturan gubernur yang memberikan akses gratis kepada penerima KJP untuk mengunjungi tempat wisata dan museum di Jakarta, seperti Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, Ragunan, Monas, dan museum lainnya.

Untuk meningkatkan literasi, Pemprov DKI juga memperpanjang jam operasional perpustakaan dan museum hingga pukul 10 malam.

Pramono juga menyampaikan adanya program pemutihan ijazah oleh Pemprov DKI. Sebanyak 6.652 ijazah siswa yang ditahan karena masalah finansial akan ditebus oleh Pemprov DKI untuk mempermudah mereka melanjutkan pendidikannya maupun mendapatkan pekerjaan.

"Alhamdulillah per hari ini sudah 488 ijazah," pungkas Gubernur DKI Jakarta. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.