Crystal Palace Buru Sejarah, Man City Cari Penebusan di Final Piala FA
Jumat, 16 Mei 2025, 13:45 WIBLONDON â Final Piala FA di Wembley, Sabtu (18/5), akan menjadi momen bersejarah bagi Crystal Palace sekaligus kesempatan terakhir Manchester City untuk menghindari musim tanpa gelar di bawah Pep Guardiola.
Palace yang telah dua kali menjadi finalis namun belum pernah juara, berpeluang mencatat sejarah dengan merebut trofi mayor pertama mereka dalam 119 tahun klub itu berdiri.
Momentum berpihak kepada tim asal London Selatan itu. Mereka menatap partai puncak dengan kepercayaan diri tinggi usai menang 2-0 atas Tottenham pekan lalu dan menyamai rekor 49 poin di klasemen Liga Inggris â dengan dua laga tersisa.
Meski finis 10 besar seperti musim lalu tampaknya sulit terulang, performa di bawah pelatih Oliver Glasner terus menunjukkan progres. Perjalanan impresif di Piala FA, termasuk kemenangan telak 3-0 atas Aston Villa di semifinal, menjadi bukti nyata.
Eberechi Eze menjadi tumpuan utama. Gelandang kreatif itu mencetak lima gol dalam empat laga terakhir dan siap jadi ancaman bagi lini belakang City. Bersamanya, Dean Henderson, Marc Guehi, dan Adam Wharton melengkapi kuartet pemain Palace yang berstatus timnas Inggris jelang Piala Eropa 2024.
âIni segalanya,â ujar Eze. âKami tahu betapa pentingnya ini bagi fans dan klub. Kami akan memberikan segalanya untuk menang.â
Andai menang, Palace juga akan mencetak sejarah lain: lolos ke kompetisi antarklub Eropa untuk pertama kalinya, yakni Liga Europa.
Di sisi lain, performa City musim ini jauh dari standar tinggi mereka. Hasil imbang tanpa gol melawan juru kunci Southampton pekan lalu jadi sinyal bahaya. Meski demikian, skuad asuhan Guardiola tak terkalahkan dalam 10 laga terakhir, termasuk kemenangan 5-2 atas Palace bulan lalu meski sempat tertinggal dua gol.
Kebangkitan saat itu dipimpin Kevin De Bruyne, yang kini hanya menyisakan tiga laga sebelum meninggalkan klub setelah satu dekade penuh prestasi.
âDia luar biasa di City. Gelarnya sudah terlalu banyak untuk dihitung. Semoga bisa menambah satu lagi,â kata Erling Haaland, top skor City.
City sedang dalam tekanan. Setelah empat gelar Liga Inggris beruntun, mereka kini justru berjuang hanya untuk mengamankan posisi lima besar agar bisa lolos ke Liga Champions musim depan.
Haaland menyebut musim ini sebagai âmimpi burukâ bagi tim yang terbiasa menang.
City terakhir kali menutup musim tanpa trofi pada musim perdana Guardiola, 2016/17. Kini, hanya final Piala FA yang bisa menyelamatkan reputasi mereka.
âKami sudah terbiasa ke Wembley dan penting untuk tetap menang. Di musim yang buruk ini, kami masih punya final untuk diperjuangkan,â tambah Haaland.
Penyerang asal Norwegia itu diprediksi turun sebagai starter setelah pulih dari cedera enam pekan dan comeback di laga melawan Southampton.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
DPRD Situbondo Gandeng BPOM Jember Awasi Perusahaan Skincare Ilegal di Jawa Timur
-
Ensign InfoSecurity dan iCIO Community Gelar Simulasi Krisis Siber Imersif
-
Perkuat Ketahanan Pangan, TNI AD Bentuk Kompi Produksi di Kota Pekalongan
-
Fase Makkah Berakhir, Jamaah Haji Indonesia Gelombang Terakhir Bergerak ke Madinah Hari Ini
-
Ayase Ueda
-
Playdate with Elmo & Friends Hadirkan Wahana Liburan Keluarga di Jakarta
-
IABI: Gempa Magnitudo 6,7 di Palu Alarm bagi Mitigasi Sesar Lokal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.