Optimalkan Pompa Portable, Pemkot Semarang Kendalikan Genangan Air

Rabu, 14 Mei 2025, 15:35 WIB

SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bergerak cepat menangani genangan air yang terjadi di sejumlah titik usai hujan deras yang melanda wilayah tersebut pada Senin (12/5)malam.

Kepala DPU Kota Semarang, Soewarto, mengatakan pihaknya segera mengerahkan tambahan unit pompa portable ke lokasi-lokasi terdampak guna mempercepat proses surutnya air.

Ket. Foto: Pemkot Semarang kerahkan tambahan unit pompa portable ke lokasi-lokasi terdampak guna mempercepat proses surutnya air. — Sumber: koran jakarta/henri pelupessy

“Sebagai langkah tanggap darurat, kami menurunkan dua unit pompa portable untuk mempercepat pengaliran air dari badan jalan ke saluran pembuangan,” ujar Soewarto, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (13/5).

Adapun rincian penempatan pompa mencakup satu unit pompa berkapasitas 8 inch yang dioperasikan di depan Rumah Sakit Islam Sultan Agung, serta satu unit tambahan yang ditempatkan di kawasan Gebangsari.

Dengan langkah tersebut, genangan air secara bertahap berhasil ditekan dan pada Selasa sore tersisa di beberapa titik tepian jalan. Arus lalu lintas pun mulai kembali normal.

Genangan sempat terjadi di sejumlah titik strategis, termasuk di depan RSI Sultan Agung hingga area bawah jembatan tol Kaligawe.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani, intensitas hujan tinggi yang melanda Semarang telah sesuai dengan prakiraan sebelumnya.

BMKG mengingatkan bahwa wilayah ini berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Soewarto menjelaskan, selain curah hujan ekstrem, keterbatasan kapasitas pompa di kawasan Kali Tenggang turut memperlambat aliran air sehingga menyebabkan genangan lebih lama surut.

Sebagai upaya jangka panjang, Pemkot Semarang mendukung penuh pelaksanaan proyek Pengendalian Banjir Sistem Tenggang–Sringin Tahap I, yang merupakan program nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

“Pekerjaan fisik proyek ini sudah dimulai sejak 3 Maret 2025 dan akan berlangsung hingga 20 Februari 2027. Diharapkan dapat memberikan perlindungan banjir bagi lebih dari 4.000 hektare wilayah rawan genangan di tiga kecamatan, yakni Pedurungan, Gayamsari, dan Genuk,” jelas Soewarto.

Pemkot Semarang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama musim penghujan dan segera melaporkan titik genangan maupun kerusakan infrastruktur melalui kanal aduan resmi milik pemerintah daerah.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Henri pelupessy

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.