Pemprov Bengkulu Memperketat Wisata ke Pulau Tikus usai Kapal Karam Diterjang Gelombang
Senin, 12 Mei 2025, 22:27 WIBBENGKULU â Pemerintah Provinsi Bengkulu memperketat akses wisata ke destinasi Pulau Tikus Kota Bengkulu usai kejadian kapal wisata yang karam diterjang gelombang laut pada Minggu 11 Mei 2025.
"Kita memperketat, tapi tidak menutup, Karena bagaimanapun juga musibah itu terjadi di manapun saja, tapi ketika ada kelalaian di sana ada pelanggaran di sana harus ditindak," kata Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, di Bengkulu, Senin (12/5).
Gubernur Helmi Hasan menegaskan kejadian seperti itu tidak boleh terulang, harus ada perbaikan dari sisi keamanan, menekan risiko yang membahayakan keselamatan.
"Dan tentu kepolisian harus menegakkan hukum, dan kepolisian sudah melakukan langkah-langkah hukum yang harus dilakukan. Dan kemudian ketika ada kesalahan yang dilakukan oleh siapapun di republik ini tentu akan ada tindakan-tindakan hukum yang akan dilakukan dan tentu saja hal seperti ini tidak boleh terulang kembali," kata Helmi Hasan.
Gubernur Helmi Hasan pun menyampaikan belasungkawa mendalam bagi korban dan keluarga korban. Helmi juga mengajak seluruh masyarakat mendoakan yang terbaik bagi korban dan keluarga korban.
"Tidak ada orang yang menginginkan musibah ini, maka semua menyatakan duka yang mendalam dan mendoakan semoga yang meninggal dunia ditempatkan di surganya Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dan kepada masyarakat untuk mendoakan yang terbaik," kata dia.
Kapal yang membawa wisatawan ke destinasi Pulau Tikus tenggelam di perairan laut pantai Malabero Kota Bengkulu, Minggu (11/4) sekitar pukul 16.00 WIB.
Musibah tenggelamnya kapal wisata itu diduga akibat cuaca buruk yang terjadi pada Minggu sore, yang menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan saat akan menuju ke bibir Pantai Malabero.
Berdasarkan informasi yang diterima, kapal tersebut mengangkut sebanyak 104 penumpang yang terdiri dari 98 wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Tikus, satu nakhoda dan lima anak buah kapal (ABK).
Sebanyak 97 penumpang di antaranya dalam kondisi selamat, namun sebagian dibawa ke rumah sakit Bhayangkara dan RSHD untuk mendapatkan perawatan intensif, dan tujuh lainnya meninggal dunia.
Peristiwa tersebut bermula saat wisatawan tersebut pulang dari Pulau Tikus menuju ke Kota Bengkulu, namun saat di perairan Laut Malabero, kapal yang ditumpangi mengalami mesin mati.
Setelah mesin mati, kapal tersebut di terjang ombak yang kencang sehingga kapal wisatawan mengalami kebocoran kemudian tenggelam.
- Pemprov Bengkulu
- Wisata Pulau Tikus
- Kapal Karam
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dari Film sampai Kuliner, RI–Thailand Segarkan Kemitraan Ekonomi Kreatif
-
Persija Jakarta Meluncurkan Jersei Baru di JIS
-
Long Weekend Paskah, KAI Daop 1 Jakarta Operasikan 17 KA Tambahan dan 68 KA Reguler
-
Kemenkes Fasilitasi Pemudik dengan Cek Kesehatan Gratis
-
Calvin Verdonk Bermain Penuh, Bantu Lille Taklukkan Angers 1-0
-
Gubernur Pramono Buka Festival Pustakarsa, Perpustakaan Jakarta Kini Ramai Sampai Malam
-
Pencarian Delapan Awak Kapal Cumi yang Tenggelam di Perairan Pulau Wasir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.