Ledakan Amunisi di Garut Memakan Korban, TNI Harus Transparan
Senin, 12 Mei 2025, 20:29 WIBJAKARTA - Sebanyak 13 korban meninggal dunia akibat pemusnahan amunisi di Garut, Jawa Barat. 9 diantaranya sipil dan 4 anggota TNI. Â Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR RI Lola Nelria Oktavia menyampaikan duka cita mendalam untuk para korban .
"Turut berduka atas kejadian ledakan saat pemusnahan amunisi di Garut, Tragedi di Garut ini menyisakan luka mendalam, baik bagi keluarga korban maupun masyarakat luas. Korban luka juga harus mendapatkan penanganan cepat dan perawatan terbaik agar jumlah korban jiwa tidak bertambah. Untuk korban yang meninggal semoga husnul khotimah, dan mari bersama-sama kita doakan yang terbaik untuk para korban dan keluarga yang di tinggalkan," ujar Lola, dalam keterangan resminya, Senin (12/5).
Anggota DPR Dapil Jabar XI (Garut, Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya) itu melanjutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan jajaran Kepolisian setempat. Ini bukan kegiatan yang pertama dilaksanakan.
"Jarak dengan Polres juga sekitar 3 jam. Jadi seharusnya sudah ada pertimbangan yang matang termasuk dalam hal pengalaman penyelenggaraan kegiatan yang mempertimbangkan keamanan dan keselamatan masyarakat," terangnya.
Kendati demikian, Lola menekankan, semua pihak harus menunggu hasil investigasi resmi, sehingga tak perlu menimbulkan spekulasi. Dia berharap TNI dan Polri dapat memberikan transparansi dalam penanganan kasus ini.Â
"Sekaligus memperbaiki sistem keamanan dalam pengelolaan amunisi. Jangan sampai kejadian serupa terulang atau terjadi di tempat lain," tuturnya.
Secara terpisah, Kepada Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menjelaskan kronologi meledaknya detonator dalam peristiwa pemusnahan amunisi di kawasan Garut, Jawa Barat (Jabar), Senin (12/5).
Wahyu mengatakan, semua berawal dari digelarnya kegiatan pemusnahan amunisi yang dilakukan Jajaran Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat pukul 09.30 WIB.
"Pada awal kegiatan secara prosedur telah dilaksanakan pengecekan terhadap personel maupun yang berkaitan dengan lokasi peledakan dan semuanya dinyatakan dalam keadaan aman," kata Wahyu saat memberikan keterangan pers, Senin.
- TNI
- DPR
- Komisi III DPR
- Garut
- Anggota DPR
- Anggota Komisi III DPR RI
- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
- Ledakan Amunisi
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Lawan Sulit Menanti Wakil Indonesia di Babak Pertama Singapura Open 2026
-
Komisi III DPR Sampaikan Perkembangan Pembahasan RUU Perampasan Aset
-
Sabalenka Awali Roland Garros dengan Kemenangan Meyakinkan
-
Kemhan Sampaikan Duka Cita, Dua Peserta Program SPPI Meninggal Dunia Saat Latsarmil
-
RDPU Komisi III DPR bahas kasus pembakaran santri di Lombok
-
Toko Baru Uniqlo di Plaza Indonesia Tawarkan LifeWear dan Kolaborasi Circular Fashion
-
Ratusan Aparat dan Pengusaha Belajar Kelola Keuangan Tanpa Ketergantungan Utang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.