FIFA Resmi Perluas Piala Dunia Wanita Jadi 48 Tim Mulai 2031, Kritik Muncul Soal Kualitas Kompetisi
Senin, 12 Mei 2025, 14:40 WIBJAKARTA - Setelah sebelumnya memperluas jumlah peserta Piala Dunia Pria menjadi 48 tim, Dewan FIFA kini secara bulat menyetujui langkah serupa untuk Piala Dunia Wanita. Keputusan tersebut akan mulai diterapkan pada edisi tahun 2031, yang kemungkinan besar akan diselenggarakan oleh Amerika Serikat jika berhasil mengamankan hak tuan rumah yang tampaknya tanpa pesaing.
Format baru Piala Dunia Wanita FIFA akan menampilkan 48 negara peserta dan terdiri dari 12 grup, sehingga total pertandingan akan meningkat dari 64 menjadi 104. Turnamen ini juga akan diperpanjang satu minggu lebih lama dibandingkan format sebelumnya, yang hanya diikuti 32 tim pada edisi 2023 lalu.
Peningkatan jumlah peserta ini mencerminkan perkembangan signifikan sepak bola wanita sejak Piala Dunia pertamanya digelar pada tahun 1991 di Tiongkok, yang saat itu hanya melibatkan 12 negara. Amerika Serikat keluar sebagai juara saat itu dan sejak itu telah mengoleksi lima gelar sepanjang sejarah turnamen.
Perjalanan pertumbuhan Piala Dunia Wanita terlihat jelas dari bertambahnya peserta menjadi 16 tim pada tahun 1999 di AS, kemudian meningkat lagi menjadi 24 tim pada tahun 2015 di Kanada, hingga akhirnya mencapai 32 tim pada edisi 2023 di Australia dan Selandia Baru. Keputusan untuk memperluas lagi hingga 48 tim diyakini FIFA sebagai langkah strategis untuk terus mengembangkan sepak bola wanita secara global.
âIni bukan sekadar tentang menambah 16 tim yang bermain di Piala Dunia Wanita FIFA, tetapi mengambil langkah berikutnya terkait permainan wanita secara umum dengan memastikan lebih banyak Asosiasi Anggota FIFA berkesempatan mendapatkan manfaat dari turnamen ini untuk mengembangkan struktur sepak bola wanita mereka dari sudut pandang holistik,â kata Presiden FIFA Gianni Infantino.
Ia juga menekankan pentingnya momentum yang dihasilkan dari turnamen terakhir.
âPiala Dunia Wanita FIFA 2023, yang pertama di mana tim dari semua konfederasi memenangkan sedikitnya satu pertandingan dan tim dari lima konfederasi mencapai babak sistem gugur, di antara banyak rekor lainnya, menetapkan standar baru untuk daya saing global. Keputusan ini memastikan kami mempertahankan momentum dalam hal mengembangkan sepak bola wanita secara global," katanya.Â
Organisasi pemain profesional sepak bola global, FIFPro, turut memberikan tanggapan atas keputusan FIFA tersebut. Dalam pernyataannya, FIFPro mendukung perluasan ini namun menekankan pentingnya proses inklusif dan kolaboratif dalam pengambilan kebijakan.
âPada prinsipnya, FIFPro menyambut baik perluasan Piala Dunia Wanita FIFA, karena hal ini mencerminkan pertumbuhan global permainan wanita. Namun, dukungan para pemain bergantung pada pengambilan keputusan yang inklusif dan perencanaan kooperatif yang menghormati semua pemangku kepentingan,â ujarnya
FIFPro juga menegaskan pentingnya aspek-aspek lain di luar perluasan peserta semata.
âSangat penting bahwa pengembangan kompetisi wanita global berjalan seiring dengan peningkatan kondisi ketenagakerjaan dan kemajuan pemain, serta pengembangan lebih jauh di bawah piramida. Ini adalah satu-satunya jalan menuju keberlanjutan, perluasan, dan kemajuan sejati,â tambahnya.Â
Meski FIFA merayakan keputusan ini sebagai pencapaian besar, kritik mulai muncul terkait potensi penurunan kualitas kompetisi. Kekhawatiran mencuat tentang kemungkinan terulangnya skor besar seperti kekalahan 13-0 yang pernah terjadi, yang memperlihatkan kesenjangan kemampuan antarnegara peserta.
Pertanyaan besar muncul: apakah penambahan jumlah negara akan menciptakan turnamen yang lebih kompetitif, atau justru menimbulkan ketimpangan yang mencolok antara negara-negara elite dan negara berkembang dalam sepak bola wanita? Banyak pihak menganggap bahwa pengembangan yang sejati bukan hanya soal memperbanyak jumlah, melainkan juga soal keseriusan investasi dan pembinaan jangka panjang di seluruh konfederasi.
FIFA kini menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa ekspansi ini bukan sekadar ajang pencitraan yang dibungkus dengan jargon âholistikâ dan âpemecahan rekorâ. Turnamen edisi 2031 akan menjadi ujian nyata dari komitmen mereka terhadap masa depan sepak bola wanita di dunia.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Belanja Bijak, Jangan Panik! Bulog Jamin Minyakita Stabil, Nggak Langka
-
Lawan Penuaan Organ Melalui Metode Pemrograman Ulang Sel
-
Lanud Sjamsudin Noor Gelar Layanan Kesehatan Gratis dan Bazar Murah untuk Warga Banua
-
FIFA Tingkatkan Hadiah Piala Dunia 2026 hingga 15 Persen
-
Polri Hadirkan Laporan Polisi Online lewat “Super App”
-
Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, FIFA Hadapi Gelombang Kritik di Tengah Euforia Sepak Bola
-
BPBD: Logistik untuk Warga Terdampak Gempa Tiba di Larantuka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.