Gubernur Jateng Ungkap Rencana Besar, Wisata Jadi Motor Ekonomi Baru!
Sabtu, 10 Mei 2025, 18:53 WIBSEMARANG - Pariwisata sangat penting bagi perekonomian Jawa Tengah. Sektor ini berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, pendapatan daerah, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.Â
Pengembangan pariwisata dapat menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi daerah, serta mendorong pembangunan infrastruktur dan pemerataan kesempatan berusaha.Â
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan sektor pariwisata menjadi salah satu daya ungkit pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut yang mampu menopang perekonomian masyarakat.
"Pariwisata akan terus berjalan seiring pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya, saat menghadiri acara Gathering Golf Turnament HUT ke-62 Bank Jateng Tahun 2025 di Semarang, Sabtu (10/5).
Ia menyebutkan bahwa wisata berbasis olahraga seperti even Karimunjawa International Skydiving Adventure (KISA) di Kepulauan Karimunjawa hingga Gathering Golf HUT ke-62 Bank Jateng sebagai strategi riil dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi di daerah.
Sebab, even KISA yang tengah berlangsung di Karimunjawa diikuti peserta dari berbagai negara yang menunjukkan bahwa Jateng semakin diperhitungkan di panggung internasional.
Di luar itu, Jateng juga memiliki 1.000 desa wisata yang sudah berjalan, dan pengembangannya akan diarahkan ke kawasan aglomerasi, seperti Borobudur, Kopeng, hingga Rawa Pening agar lebih efektif dan berdampak luas.
Ia mengatakan bahwa pihaknya akan terus menggenjot infrastruktur di daerahnya agar bisa menunjang iklim pariwisata, salah satunya adalah pengembangan Bandara Internasional Bandara Ahmad Yani Semarang dan bandara perintis yang ada di sejumlah daerah.
"Nanti maskapai Susi Air juga akan membuka rute penerbangan dari BaliâYogyakartaâKarimunjawa, serta KarimunjawaâSemarang, dan KarimunjawaâYogyakartaâBali," katanya.
Dengan begitu, lanjut dia, akses tersebut akan menambah kunjungan pariwisata maupun investasi di wilayahnya.
Adapun terkait dengan kegiatan Gathering Golf HUT ke-62 Bank Jateng, ia mengatakan kegiatan itu sebagai upaya mengembangkan sportainment di wilayahnya, sebab diikuti lebih dari seratus peserta dari berbagai profesi, termasuk para pengusaha.
"Olahraga ini tidak mengenal batas usia dan waktu. Artinya, siapa pun bisa ikut, dari berbagai usia dan profesi," katanya.
Selain itu, ia menyebut kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi nonformal yang mempertemukan para pelaku ekonomi.
"Kita juga banyak melakukan brainstorming dan diskusi-diskusi kecil dengan para pelaku usaha, wirausaha, dan sebagainya. Dengan adanya even gathering golf ini, dunia usaha maupun perbankan di Jawa Tengah akan semakin mewarnai," pungkas Luthfi.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Harden Ukir Sejarah, Clippers Tetap Kalah
-
RI-Australia Canangkan Program Kampus Bersama
-
Mengembangkan Potensi Diri Menuju Keberhasilan
-
Kementerian ESDM Hentikan Sementara Operasi PT. GAG Nikel di Raja Ampat
-
Industri Pariwisata Indonesia Hadapi Tekanan Berat, GIPI Siapkan Strategi Pemulihan
-
Lima Institusi dari Indonesia dan Korea Selatan Berkolaborasi Hadirkan Layanan Tarik Tunai Tanpa Kartu Lintas Negara
-
Realokasi Anggaran Harus Hati-Hati
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.