Postecoglou Balas Kritik Setelah Tottenham Lolos ke Final Liga Europa
Jumat, 09 Mei 2025, 07:50 WIBBODÃ â Pelatih Tottenham Hotspur, Ange Postecoglou, melancarkan serangan balik kepada para pengkritiknya usai membawa timnya lolos ke final Liga Europa. Kemenangan 2-0 atas Bodo/Glimt di leg kedua semifinal, Jumat (9/5) dini hari WIB, memastikan tiket ke Bilbao sekaligus menjaga harapan mengakhiri puasa gelar selama 17 tahun.
Gol babak kedua dari Dominic Solanke dan Pedro Porro memastikan kemenangan agregat 5-1 atas wakil Norwegia. Tottenham akan menghadapi Manchester United di partai final pada 21 Mei mendatang.
Meski Tottenham masih terpuruk di posisi ke-16 Liga Inggris, keberhasilan menembus final Eropa pertama sejak 2019 menjadi titik terang dalam musim yang penuh tekanan.
Namun, Postecoglou menolak anggapan bahwa perjalanan Tottenham di Liga Europa tak berarti karena performa buruk di liga domestik.
âApa urusannya saya dengan pendapat Manchester United? Kenapa itu relevan bagi saya?â tegasnya saat ditanya soal komentar Ruben Amorim yang menyebut Liga Europa tak bisa menyelamatkan musim MU.
âOrang-orang sekarang takut hal ini bisa benar-benar terjadi. Karena itu, mereka mencoba meremehkannya dengan mengatakan kami tidak layak mendapatkannya,â tambahnya.
Postecoglou menilai sebuah gelar akan berarti besar bagi klub yang sudah lama merindukan kejayaan. âAnda tahu lebih dari saya apa arti trofi bagi klub ini. Pertanyaannya sudah menjawab sendiri. Kami memberi harapan dan mimpi untuk para suporter.â
Menariknya, Postecoglou yang dikenal dengan pendekatan menyerang justru tampil lebih hati-hati di laga tandang ini. Bermain di lapangan sintetis yang licin dan cuaca dingin khas Bodø, ia memilih strategi lebih konservatif.
âSaya sangat bangga dengan para pemain. Kami tahu ini tempat yang sulit. Tapi kami layak menang di dua leg,â ujarnya.
Tottenham terakhir kali mengangkat trofi pada tahun 2008 di ajang Piala Liga. Sementara gelar Eropa terakhir mereka terjadi pada 1984 di UEFA Cup.
Kemenangan di final nanti tidak hanya mengakhiri penantian panjang, tapi juga membuka pintu menuju Liga Champions musim depan. Sebuah hal yang sangat krusial mengingat posisi Tottenham di klasemen tidak memungkinkan untuk lolos melalui jalur liga.
Tottenham juga punya rekor bagus melawan MU musim ini. Mereka telah menang tiga kaliâdua kali di Premier League (3-0, 1-0) dan sekali di Piala Liga (4-3).
Meski masa depan Postecoglou di klub masih belum pasti, ia tetap fokus untuk mencetak sejarah. âIni alasan kami melakukan semua ini. Pelatih dan pemain datang dan pergi, tapi suporter selalu ada. Sekarang mereka punya sesuatu untuk diimpikan,â ucap pelatih asal Australia itu.
âPerjalanan ke Bilbao akan menjadi pengalaman luar biasa, dan siapa tahu? Mungkin kami bisa melakukan sesuatu yang spesial.â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Jelang Lebaran, Pemprov Gorontalo Hadirkan Pasar Murah Bersubsidi untuk Warga
-
Kemenperin Percepat Sertifikasi Industri untuk Lindungi Pasar dari Produk Impor
-
Sangat Menginspirasi! Ading Suhana Punya Cara Unik Selamatkan Hutan: Ajak Warga Tanam dan Budidaya Durian
-
Bikin Betah! Terminal Pulo Gebang Manjakan Pemudik dengan Layanan Ini
-
Rudi Garcia Tinggalkan Timnas Belgia, Federasi Putuskan Tak Perpanjang Kontrak
-
Pramono Anung Klaim Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia, Tapi 35 Persen Warga Belum Nikmati Akses Air Bersih
-
Viral, Balita Jadi Pemulung di Pulogadung, Kini Dipulangkan ke Ibunya di Sumedang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.