Hari Asuransi 2026, Jonan Minta Perusahaan Asuransi Tawarkan Produk Sesuai Kebutuhan Masyarakat
Selasa, 20 Okt 2026, 19:18 WIBJAKARTA- Ketua Dewan Pengawas Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Ignasius Jonan dalam sambutannya pada peringatan Hari Asuransi 2026 mengingatkan industri asuransi agar tidak hanya fokus mengejar target penjualan atau premi semata. Jonan pun menekankan pentingnya edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat.
"Kalau mengibaratkan produk asuransi seperti mengasuh anak, maka perusahaan harus menjual produk yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masyarakat," kata Jonan.Â
Industri asuransi kata Jonan masih terbilang muda sehingga harus melakukan terobosan-terobosan agar prospek ke depan semakin baik serta semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat. Â
DAI sendiri pada menekankan upaya memperkuat dan meningkatkan literasi dan inklusi asuransi melalui rangkaian Hari Asuransi 2026 yang menyasar masyarakat umum, mahasiswa, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan mengusung tema âLiterasi Asuransi Untuk Negeriâ dengan tagline âPahami, Miliki, Lindungiâ, peringatan tahun ini diarahkan untuk mendorong masyarakat memahami pentingnya perlindungan asuransi dalam menghadapi berbagai risiko kehidupan.
Peringatan Hari Asuransi yang jatuh setiap 18 Oktober tersebut memasuki tahun penyelenggaraan ke-20. Dalam pelaksanaannya, DAI menunjuk Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sebagai ketua pelaksana Hari Asuransi 2026.
Ketua DAI Yulius Bhayangkara mengatakan, memperkenalkan dan memasyarakatkan pentingnya asuransi masih menjadi tantangan bagi industri perasuransian Indonesia. Hal itu terutama berkaitan dengan pemahaman masyarakat mengenai manfaat asuransi sebagai instrumen perlindungan keuangan.
âKami meyakini bahwa literasi asuransi bukan hanya tentang mengenalkan produk, tetapi juga memberikan pemahaman yang benar mengenai pentingnya perlindungan keuangan melalui asuransi,â kata Yulius dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/10).
Ia mengatakan, edukasi perlu mendorong masyarakat tidak hanya mengenal asuransi, tetapi juga memiliki produk yang sesuai dengan kebutuhan serta merasakan manfaat perlindungannya. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap asuransi diharapkan terus tumbuh.
Menurut Yulius, penguatan literasi menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan risiko keuangan. Melalui pendekatan edukasi yang lebih luas, industri perasuransian diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dari berbagai kelompok.
Ketua Bidang Kanal Distribusi AAJI Hengky Djojosantoso menambahkan, peningkatan literasi dan inklusi asuransi merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan.
âAsuransi bukan lagi sekadar produk keuangan, melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat untuk menghadapi risiko yang dapat terjadi kapan saja, seperti bencana alam maupun kecelakaan,â kata Hengky.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan dan pelaku industri perasuransian untuk aktif memberikan edukasi yang menyentuh langsung masyarakat. Menurut dia, pemahaman yang baik perlu diikuti dengan kemampuan memilih produk yang sesuai serta kesadaran untuk memanfaatkan perlindungan asuransi.
Hengky juga menekankan pentingnya kontribusi perusahaan asuransi dalam memperluas jangkauan edukasi. Terobosan dalam penyampaian informasi dan pengembangan layanan dinilai diperlukan agar asuransi semakin mudah dipahami dan dapat berperan dalam mendukung stabilitas perekonomian nasional.
Edukasi Menyasar Mahasiswa dan UMKM
Rangkaian Hari Asuransi 2026 berlangsung sepanjang Oktober melalui berbagai program edukasi dan pelibatan masyarakat. Salah satu kegiatan utamanya adalah literasi asuransi bagi mahasiswa yang dikolaborasikan dengan program Kick Andy Goes to Campus, dengan sasaran sekitar 300 mahasiswa.
Program tersebut dirancang untuk memperkenalkan manfaat perlindungan asuransi kepada generasi muda, sekaligus membuka wawasan mengenai peluang karier dan profesi di industri perasuransian. Kegiatan juga dilengkapi dengan pameran, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta konferensi pers Hari Asuransi 2026.
Ketua Panitia Hari Asuransi 2026 Cicilia Nina Triana mengatakan edukasi juga diperluas kepada pelaku UMKM yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Pihaknya berkomitmen menjalankan program literasi dan inklusi asuransi bagi UMKM melalui kerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Dalam perencanaan program, edukasi UMKM dijadwalkan menjangkau 20 kota di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Medan, Pekanbaru, Palembang, Lampung, Tasikmalaya, Cirebon, Semarang, Solo, Surabaya, Banyuwangi, Serang, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Banjarmasin, Pontianak, Makassar, Palu, Manado, hingga Ambon.
Setiap lokasi direncanakan menjangkau sedikitnya 60 peserta dari komunitas UMKM. Dengan cakupan tersebut, edukasi diharapkan tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi juga menjangkau pelaku usaha di berbagai daerah.
âEdukasi dan literasi asuransi perlu dilakukan secara masif dan berkesinambungan agar asuransi lebih mudah dipahami dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia,â kata Cicilia.
Melalui program tersebut, pelaku UMKM diharapkan semakin memahami pentingnya perlindungan terhadap risiko yang dapat mengganggu keberlangsungan usaha. Pemahaman ini menjadi relevan bagi pelaku usaha yang menghadapi beragam tantangan, mulai dari kerusakan aset hingga gangguan operasional.
Perlu Diperkuat
Upaya memperluas edukasi tersebut sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Survei itu mencatat tingkat literasi sektor perasuransian sebesar 42,84 persen, sedangkan tingkat inklusinya mencapai 29,55 persen. Dibandingkan dengan SNLIK 2025, tingkat inklusi asuransi meningkat dari 28,50 persen. Namun, tingkat literasi tercatat menyesuaikan dari 45,45 persen pada tahun sebelumnya.
Data tersebut menunjukkan masih adanya ruang untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai manfaat, karakteristik, serta produk dan layanan asuransi. Selain meningkatkan pengetahuan, tantangan industri adalah mendorong pemahaman tersebut menjadi keputusan yang tepat dalam memilih dan menggunakan perlindungan asuransi.
Karena itu, peringatan Hari Asuransi 2026 tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kesadaran terhadap momentum tahunan tersebut, tetapi juga membangun citra positif industri dan memperluas penetrasi asuransi di Indonesia.
Melalui semangat âPahami, Miliki, Lindungiâ, industri perasuransian mengajak masyarakat memahami kebutuhan perlindungan, memilih produk sesuai kemampuan dan kebutuhan, serta melindungi diri, keluarga, dan keberlangsungan usaha.
Keberhasilan upaya tersebut akan ditentukan oleh kesinambungan edukasi, keterjangkauan layanan, serta kemampuan industri membangun kepercayaan masyarakat. Dalam jangka panjang, peningkatan literasi dan inklusi asuransi diharapkan memperkuat ketahanan keuangan masyarakat sekaligus mendukung peran industri perasuransian sebagai salah satu pilar perekonomian nasional.
- Ignasius Jonan
- Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK)
- Hari Asuransi 2026
- Dewan Asuransi Indonesia (DAI)
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Vitto Budi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.