Tanpa Pogacar, Roglic Siap Rebut Gelar Juara Giro d’Italia

Kamis, 08 Mei 2025, 08:20 WIB

MILAN – Primoz Roglic siap memburu gelar Grand Tour keenamnya di Giro d’Italia 2025. Absennya Tadej Pogacar membuka jalan lebar bagi Roglic untuk kembali meraih kejayaan di balapan tiga pekan penuh tanjakan itu.

Meski termasuk salah satu pembalap sepeda terbaik generasinya, Roglic kerap berada di bayang-bayang Pogacar sejak kekalahan dramatis di Tour de France 2020. Namun kali ini, sang kompatriot tak ikut ambil bagian, memberikan peluang besar bagi Roglic untuk merebut kembali kaus merah muda.

Ket. Foto: Primoz Roglic memburu gelar Grand Tour keenamnya di Giro d’Italia 2025. — Sumber: AFP

Pembalap 35 tahun itu menjadi salah satu favorit kuat berkat dukungan dari tim Red Bull–Bora–Hansgrohe yang tangguh. Skuad tersebut mencakup juara Giro 2022 Jai Hindley dan runner-up tahun lalu, Dani Martínez.

“Target saya adalah mencapai performa terbaik. Hasilnya nanti akan mengikuti,” ujar Roglic pada awal musim.

“Saya tidak tahu seberapa cepat yang lain, tapi saya hanya bisa mencoba menjadi Primoz terbaik... Di dalam hati saya masih merasa seperti 20 tahun.”

Musim ini, Roglic membidik dua Grand Tour sekaligus: Giro dan Tour de France. Balapan di Prancis masih menyisakan luka, setelah peluang emasnya sirna di etape ke-20 lima tahun silam.

Namun performanya mulai menjanjikan usai menjuarai Tour of Catalonia Maret lalu, mengalahkan tuan rumah Juan Ayuso di etape terakhir di Barcelona.

Ayuso, rekan setim Pogacar di UAE Team Emirates, diprediksi menjadi pesaing utama Roglic. Pembalap muda Spanyol itu sudah mencicipi kemenangan di Italia lewat gelar di Tirreno–Adriatico.

Namun Giro tahun ini akan jauh lebih berat. Total lintasan mendaki mencapai 52.200 meter — naik lebih dari 10.000 meter dibanding edisi 2024 — dengan jarak tempuh 3.413 km menuju Roma. Final akan digelar secara simbolik melewati area Vatikan sebagai penghormatan kepada mendiang Paus Fransiskus.

Balapan dimulai Jumat (9/5) dari Kota Durres, Albania — negara yang belakangan ramai dikritik karena menjadi lokasi pusat penampungan migran yang dikelola Italia. Etape ketiga dari dan ke Vlore menjadi tantangan awal sebelum para pebalap bergerak ke daratan Italia dari Lecce di selatan.

Tambahan elevasi 10 km di Giro tahun ini hampir seluruhnya hadir di dua etape terakhir. Etape ke-19 menantang dengan tiga tanjakan kategori satu dalam lintasan 166 km antara Biella dan Champoluc.

Sementara itu, etape ke-20 menjadi ujian pamungkas dengan tanjakan ikonik Colle delle Finestre, termasuk 8 km jalanan kerikil. Etape ini menuju Sestriere, dekat perbatasan Alpen Italia–Prancis.

Salju lebat yang mengguyur bulan lalu sempat mengancam penghapusan rute Colle delle Finestre dari peta lomba. Namun kini jalan sudah dibersihkan dan persiapan terus dilakukan agar tanjakan legendaris itu bisa dilalui, meski para pebalap diperkirakan tiba dalam kondisi fisik yang sangat terkuras.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.