Pemkab Agam masifkan promosi raflesia tingkatkan kunjungan wisatawan

Kamis, 08 Mei 2025, 21:20 WIB

Lubuk Basung -- Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) mempromosikan secara masif potensi bunga raflesia di daerah itu untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Nusantara dan mancanegara.

"Kita secara masif mempromosikan potensi bunga raflesia tersebut, karena ini salah satu potensi luar biasa yang bisa dikembangkan," kata Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal di Lubuk Basung, Kamis.

Ket. Foto: Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal. — Sumber: ANTARA/Yusrizal

Ia mengatakan langkah yang dilakukan nantinya dengan menginstruksikan Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga Agam untuk melakukan kerja sama dengan pihak swasta, baik biro perjalanan, pelaku wisata dan lainnya agar mempromosikan kepada wisatawan bahwa di Agam sedang mekar bunga raflesia.

Setelah itu, mempromosikan secara masif di media sosial dan media lainnya terkait keberadaan bunga itu.

"Ini salah satu langkah yang bakal kita lakukan, sehingga keberadaan bunga ini diketahui banyak orang," katanya.

Ia menambahkan ada 18 titik sebaran bunga raflesia di Agam, yakni di Kecamatan Palembayan, Tanjung Raya, Palupuh, Baso, Kamang Magek, Tilatang Kamang, Malalak, dan Matur berdasarkan catatan dari Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar.

Bunga raflesia itu jenis Arnoldii, Tuan-mudae dan Gadutensis. Bahkan, raflesia Tuan-mudae dengan ukuran paling besar di dunia pernah mekar sempurna di Palembayan, Agam dengan diameter 111 sentimeter dan Tuan-mudae itu hanya ditemukan di Sarawak, Malaysia dan Palembayan, Kabupaten Agam.

"Kita bersyukur di Agam ada beberapa titik sebaran raflesia, termasuk bunga raflesia paling langka," katanya.

Ia mengakui selama ini orang mengetahui bunga raflesia hanya ada di Provinsi Bengkulu. Padahal, di Agam sebarannya cukup banyak.

Keberadaan bunga langka dan dilindungi Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya ini tentunya menjadi sebuah potensi keanekaragaman hayati yang dapat menjadi potensi wisata.

Oleh karena itu, katanya, ke depan harus dipromosikan, diinformasikan dan dikembangkan lebih baik dengan harapan keberadaan bunga raflesia di beberapa titik ini bisa menarik wisatawan Nusantara dan mancanegara agar masyarakat sekitar ekonominya meningkat.

"Saya yakin dengan mempromosikan secara masif, wisatawan mancanegara bakal berdatangan, sehingga berdampak terhadap masyarakat sekitar," katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.