Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur sebut Sumbar sudah jalankan arahan BNPB antisipasi Megathrust

📅 Kamis, 08 Mei 2025, 15:50 WIB | Oleh:
Gubernur sebut Sumbar sudah jalankan arahan BNPB antisipasi Megathrust Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Gubernur Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi saat diwawancarai di Padang.

Padang -- Gubernur Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi mengatakan pemerintah setempat telah menjalankan dan mengikuti instruksi atau arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam mengantisipasi potensi patahan Megathrust.

"Untuk mitigasi ini kita sudah melakukan langkah-langkah antisipasi misalnya membuat blue line tsunami zone," kata Gubernur Provinsi Sumbar Mahyeldi di Padang, Kamis.

Eks Wali Kota Padang tersebut menjelaskan, blue line tsunami zone dibuat di sejumlah titik di Kota Padang setelah melakukan kajian terkait kemungkinan dampak terburuk gelombang tsunami jika melanda kota tersebut.

"Jadi, kita sudah memetakan mana saja daerah yang kemungkinan terdampak maupun daerah yang tidak terdampak," kata gubernur.

Selain itu, secara berkala pemerintah melalui dinas terkait juga melakukan simulasi gempa bumi. Simulasi itu tidak hanya diperuntukkan kepada orang dewasa tetapi juga menyasar peserta didik. Kemudian, pemerintah setempat juga memasang sejumlah sirene di beberapa titik yang berfungsi sebagai alarm bagi masyarakat jika terjadi tanda-tanda tsunami.

"Apa yang sudah kita lakukan ini diapresiasi oleh BNPB," ucap gubernur.

Pemerintah Provinsi Sumbar secara berkala mengecek gedung-gedung di daerah berisiko terdampak gelombang tsunami maupun gempa bumi. Termasuk pula menetapkan beberapa lokasi evakuasi jika terjadi kemungkinan terburuk.

"Tidak hanya itu, kita juga membuat peraturan daerah terkait bangunan. Kebijakan ini dikarenakan kita berada di daerah rawan bencana," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sumbar meminta pemangku kepentingan untuk terus memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat mengenai langkah-langkah siaga bencana terkait potensi Megathrust di wilayah itu.

Kepala BNPB mengatakan, dalam kajian ilmu pengetahuan potensi Megathrust memang ada. Namun, hingga saat ini belum ada ilmuwan manapun di dunia yang dapat memastikan kapan gempa bumi dalam skala Megathrust tersebut akan terjadi.

Karena itu, BNPB meminta masyarakat tidak perlu takut yang berlebihan dan tetap melakukan aktivitas sehari-hari dengan catatan lebih waspada dan siaga. Apalagi, hingga saat ini BNPB dan pihak terkait selalu menjelaskan potensi megathrust yang beriringan dengan ketidakpastian waktu akan terjadinya bencana itu kepada masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Rona
Hari Ini Resmi Diperingati ...

BMKG Khawatirkan Durasi Musim Hujan yang Pendek

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG Khawatirkan Durasi Mus...
Advertisement
Indonesia vs Singapura di GBK Hari Ini, Polri Siapkan 3.852 Personel

Indonesia vs Singapura di GBK Hari Ini, Polri Siapkan 3.852 Personel

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.