Luar Biasa! PLTS Terapung di Jawa Barat Ini Bakal Genjot Energi Surya Nasional

Selasa, 06 Mei 2025, 23:55 WIB

JAKARTA – Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung memiliki potensi besar sebagai solusi energi terbarukan di Indonesia, terutama untuk memanfaatkan ruang dan menjaga sumber daya air. Indonesia memiliki potensi PLTS terapung yang besar, mencapai 28,4 GW yang dapat dikembangkan di bendungan dan danau yang ada di Indonesia.

PLTS terapung dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, karena menghasilkan listrik tanpa polusi udara atau emisi gas rumah kaca. PLTS terapung juga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan, seperti menjaga kualitas air dan mengurangi dampak dari pembangunan PLTA yang besar.

Ket. Foto: Waduk Saguling di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akan dimanfaatkan permukaannya untuk PLTS Terapung Saguling berdaya 92 megawatt peak (MWp) dengan estimasi luas 95 hektare. — Sumber: ANTARA/HO-PT PLN IP

Direktur Utama PT PLN Indonesia Power (PLN IP) Edwin Nugraha Putra mengatakan PLTS Terapung Saguling, Jawa Barat, berkapasitas 92 megawatt peak (MWp) akan meningkatkan produksi listrik dari tenaga surya di Indonesia hingga sekitar 13 persen.

"Indonesia memiliki potensi tenaga surya yang sangat besar, yaitu mencapai 3.295 gigawatt (GW), dengan pengoperasian PLTS Saguling ini nantinya dapat meningkatkan pemanfaatan energi surya sebagai sumber kelistrikan,"kata Edwin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (6/5).

Menurut Edwin, PLN IP telah menyepakati finalisasi pembiayaan pembangunan PLTS Terapung Saguling.

Proyek transisi energi, yang berlokasi di Kabupaten Bandung tersebut memperoleh pendanaan investasi dari sejumlah lembaga pembiayaan internasional.

Kepastian pembiayaan tersebut ditandai dengan penandatanganan financing agreement, yang dilakukan PT Indo ACWA Tenaga Saguling, perusahaan patungan PLN Indonesia Power dan ACWA Power, bersama Deutsche Investitions und Entwicklungsgesellschaft (DEG), lembaga pembiayaan dari Jerman, Societe de Promotion et de Participation pour la Cooperation Economique (Proparco) dari Prancis, dan Standard Chartered Bank dari Inggris di Jakarta, Selasa.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat penandatanganan mengatakan pendanaan dari implementasi kemitraan itu akan dialokasikan untuk pengembangan, konstruksi, hingga pengoperasian PLTS Terapung Saguling.

"Investasi di PLTS Terapung Saguling bukan sekadar proyek pembangkit listrik tenaga surya. Ini merupakan simbol semangat kolaboratif antara Pemerintah Indonesia, masyarakat internasional dan sektor swasta untuk mempercepat transisi menuju energi bersih, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," katanya.

Keberadaan PLTS Saguling nantinya dapat mengurangi emisi karbon dalam sistem ketenagalistrikan di Indonesia setidaknya hingga 63.100 ton per tahun.

Hal tersebut menjadi mendorong pelaksanaan transisi energi dan pencapaian target net zero emission pada 2060.

PLTS Terapung Saguling merupakan bagian dari kemitraan Just Energy Transition Partnership (JETP), yang merupakan upaya bersama antara Pemerintah Indonesia dan International Partners Group (IPG), termasuk Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ).

JETP Indonesia diluncurkan pada 2022 untuk memobilisasi modal guna mempercepat transisi energi bersih di Indonesia dan memfasilitasi penyebaran energi bersih yang terjangkau, sehingga menguntungkan perekonomian Indonesia.???????

  • Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.