Kepala BPS soal Sikap Investor “Wait and See” Jadi Tantangan
Selasa, 06 Mei 2025, 01:00 WIBJakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan sikap investor, yang wait and see akibat ketidakstabilan perekonomian global, telah menyebabkan pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) hanya sebesar 2,12 persen year-on-year (yoy) pada triwulan I 2025.
Ia menuturkan pertumbuhan PMTB tersebut melambat dibandingkan pencapaian triwulan sebelumnya atau triwulan IV 2024 sebesar 5,03 persen yoy, maupun pencapaian triwulan I 2024 sebesar 3,78 persen yoy.
"PMTB relatif melambat karena investor kemungkinan masih wait and see dengan perkembangan ekonomi global dan biasanya memang awal tahun juga relatif tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan kuartal-kuartal berikutnya," kata Amalia di Jakarta, Senin (5/5).
Seperti dikutip dari Antara, Amalia mengatakan penyebab melambatnya pertumbuhan PMTB secara kuartalan (quarter-to-quarter/q-to-q) dibandingkan triwulan IV 2024 adalah penurunan permintaan di seluruh jenis barang modal.
Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa PMTB masih tumbuh positif secara tahunan berkat peningkatan impor barang modal, khususnya jenis mesin dan kendaraan.
Lebih lanjut, Amalia menjelaskan subkomponen PMTB yang tetap tumbuh kuat adalah mesin dan perlengkapan serta kendaraan.
Selain itu, investasi bangunan gedung juga masih tumbuh dengan baik.
"Mesin dan perlengkapannya tumbuh positif sekitar 7,95 persen (yoy) dibandingkan dengan kuartal I 2024. Nah, bangunan ini (tumbuh) relatif melambat 1,35 persen (yoy)," ujarnya.
Walaupun sejumlah subkomponen mengalami pelemahan pertumbuhan, ia menyatakan perlambatan pertumbuhan PMTB tersebut tidak separah kuartal lainnya selama lima tahun terakhir, misalnya pertumbuhan PMTB pada triwulan I 2023 sebesar 1,53 persen yoy.
Ia juga menuturkan pertumbuhan PMTB selama 2020 jauh lebih rendah, bahkan mencapai angka minus, yakni -8,61 persen yoy pada kuartal II, -6,48 persen yoy pada kuartal III, dan -6,15 persen yoy pada kuartal IV.
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 4,87 persen yoy pada triwulan I 2025 dengan realisasi produk domestik bruto (PDB) atas Dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp5.665,9 triliun dan PDB atas dasar harga konstan (ADHK) senilai 3.264,5 triliun rupiah.
"Bila dibandingkan dengan triwulan I 2024 atau secara q-to-q, ekonomi Indonesia terkontraksi sebesar 0,98 persen," imbuh Amalia. ers/and
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Dua Kejadian Kebakaran di Jakarta Utara Diduga akibat Korsleting Listrik
-
Allianz Life dan HSBC Hadirkan Sub-Dana Baru dengan Dividen Bulanan
-
La Liga Spanyol: Levante Terdesak, Villarreal Kejar Tiket Liga Champions
-
BPS: Ekonomi Q1-2026 Tumbuh 5,61% Ditopang Konsumsi
-
DPRD Bali Mulai Bahas Raperda Inisiatif soal Pemenuhan Hak Disabilitas
-
AS-Iran Bersitegang, KBRI Teheran Siagakan Opsi Evakuasi WNI
-
MK Putuskan Anggota Polri Duduki Jabatan Sipil Harus Pensiun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.