- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Kembali Isyaratkan P...
Trump Kembali Isyaratkan Penundaan Larangan TikTok dengan Alasan Mengejutkan
Senin, 05 Mei 2025, 15:20 WIBJAKARTA - Presiden Donald Trump kembali memberikan sinyal bahwa ia mungkin akan menunda larangan TikTok di Amerika Serikat, meskipun sebelumnya ia dikenal sangat vokal dalam keinginannya untuk melarang aplikasi tersebut. Larangan itu dijadwalkan berlaku pada 19 Juni, kecuali ByteDance, perusahaan induk TikTok menjual operasinya di AS kepada perusahaan yang berbasis di Amerika. Namun, dalam wawancara terbaru, Trump menunjukkan bahwa ia mungkin tidak seketat yang dulu.
Dalam wawancara dengan Kristen Welker dari NBC "Meet the Press", Trump mengatakan, akan memberi sedikit keringanan kepada ByteDance
âMungkin saya tidak seharusnya mengatakan ini, tetapi saya punya sedikit rasa hangat di hati saya terhadap TikTok.â Kutipan yang dikutip oleh Axios itu mengejutkan banyak pihak, mengingat sikap keras Trump sebelumnya terhadap aplikasi asal Tiongkok tersebut.
Trump sebelumnya telah dua kali menunda implementasi larangan TikTok. Sikap terbarunya ini dinilai oleh banyak pengamat sebagai bentuk fleksibilitas politik menjelang pemilu, di mana ia tampak lebih mempertimbangkan opini publik dan daya tarik TikTok di kalangan pemilih muda ketimbang ancaman keamanan nasional yang dulu dijadikan alasan utama larangan.
Meski narasi keamanan dan perlindungan data pengguna AS dari pemerintah Tiongkok masih menjadi alasan utama larangan, Trump kini tampak memilih pendekatan yang lebih oportunistik. Kebijakan larangan atau penundaan tampaknya lebih bergantung pada pertimbangan politik sesaat daripada pada prinsip yang konsisten.
Trump juga pernah mendorong kesepakatan agar TikTok dijual ke perusahaan Amerika seperti Oracle dan Walmart, tetapi kesepakatan itu tak pernah benar-benar tuntas. Kini, dengan retorika yang lebih lembut, ia tampak mengisyaratkan bahwa langkah selanjutnya terhadap TikTok akan sangat bergantung pada bagaimana langkah tersebut diterima oleh publik dan pendukungnya.
Pernyataan Trump ini menunjukkan bahwa isu TikTok masih akan menjadi alat tawar-menawar politik menjelang pemilu, dengan potensi perubahan sikap yang tinggi tergantung pada kalkulasi elektoral. TikTok pun kini berada dalam posisi serba tak pasti, dengan masa depannya di AS terus bergantung pada manuver politik Gedung Putih.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Trump Ancam Naikkan Tarif Jika Inggris Tak Hapus Pajak Layanan Digital
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Trump akan Tampil di Paspor Edisi Terbatas Ulang Tahun AS ke-250
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.